oleh

WCS: Perburuan Paus di Flotim Menurun

-SOSBUD-1.113 views

LARANTUKA, MN- Wildlife Conservation Society (WCS) Flotim merilis perburuan ikan paus di perairan Flotim saat ini semakin menurun bahkan tidak ada lagi.

Hal itu menyusul adanya kehadiran WCS dan tentunya berkat kerjasama dengan sejumlah stakeholder di Kabupaten Flotim.

Hal itu disampaikan salah seorang staf WCS Flotim, Vitalis Lagadoni Hayon kepada wartawan saat ditemui, Kamis, (30/5/2019) di pesisir Pantai Ritaebang Flotim.

“Sejak tahun 2016 kita hadir di Flotim guna menyelamatkan ekosistim perairan di wilayah ini. Fokus kita memang banyak, namun karena dilihat masyarakat masih melakukan penangkapan ikan dengan cara yang tidak halal, sehingga kami bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Flotim, serta Polair Polres Larantuka dan TNI AL terus melakukan pendampingan kepada masyarakat. Salah saty buktinya, perburuan paus di kawasan Flotim saat ini sudah tidak ada lagi,” akunya.

Dia juga mengatakan, bukan hanya perburuan paus saja yang dihentikan, tetapi biota laut lainnya seperti pari manta, penyu, duyung,  lumba-lumba, tidak lagi ditangkap para nelayan di kawasan ini.

“Terus terang berdasarkan data yang kami miliki memang persoalan lain yang masih mengganjal adalah pola pikir masyarakat yang belum berhasil kami arahkan. Sehingga masih saja terdapat penangkapan ikan dengan menggunakan bahan kimia seperti potasium sianida,” jelasnya.

Meski demikian, aku Hayon, penggunaan potasium sianida akhir-akhir ini sudah mulai berangsur-angsur hilang.

Selain itu, lanjut dia, masih terdapat masyarakat pesisir yang masih menggunakan ramuan tradisional untuk menangkap ikan.

“Sejak 2016 lalu, sudah banyak sekali habitat ikan yang dilindungi yang sudah kami selamatkan. Kalau ada nelayan yang terjaring jalanya dengan jenis ikan-ikan yang dilindungi, maka mereka melaporkannya dan tim akan tiba di lokasi untuk melepaskannya,” aku Hayon lagi.

Dia juga menyebutkan, terkait dukungan dari pemerintah dan aparat, pihaknya selalu berkoordinasi.

“Teman-teman dari DKP, Polair dan TNI AL juga selalu melakukan patroli secara rutin, sehingga upaya preventif yang kami lakukan selama ini sudah membuahkan hasil yang meski belum maksimal tetapi berangsur-angsur bisa membaik,” akunya lagi.

Dia juga sangat berharap kepada para wakil rakyat yang sudah terpilih di Pemilu 2019 kemarin, agar bisa mendorong alokasi anggaran terhadap penyelamatan habitat laut di perairan Flotim termasuk dengan upaya pendampingan bagi nelayan-nelayan tradisional di kawasan ini.(ANI-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya