oleh

Wakil Bupati Sikka: CU Jadi Alat untuk Bangun Ekonomi Masyarakat

-EKBIS-44 views

MAUMERE, MN- Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga mengatakan Credit Union (CU) merupakan alat untuk menggerakkan dan membangun sekaligus membangkitkan ekonomi masyarakat.

“Oleh karena koperasi dalam hal ini CU memiliki filosofi yang kokoh dan kuat yaitu koperasi dari kita, oleh kita dan untuk kita, ” kata Wakil Bupati Sikka yang akrab disapa Romi mengatakan hal itu pada acara Kunjungan Kerja Bupati dan Wakil Bupati Sikka dalam rangka Sosialisasi Kebijakan Bela Beli Sikka bagi pengurus, pengawas dan anggota KPN Beringin, di Kelurahan Berubah, Selasa, (22/9/2020).

CU, kata Wakil Bupati Romi, menjadi kebangkitan ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus menjadi tonggak hidup masyarakat menuju kesejahteraan hidup, dengan pola simpan dan pinjam untuk pemenuhan kebutuhan hidup termasuk pendidikan, wirausaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Wakil Bupati yang juga tokoh Koperasi Nasional ini, lebih lanjut mengatakan keberadaan CU di tengah-tengah masyarakat saat ini menjadi menjadi penggerak utama bagi ekonomi kerakyatan di daerah sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan terarah menuju masyarakat yang sejahtera dan bahagia sejalan dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Sikka di masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sikka 2018-2023.

Pendiri Koperasi NTT ini juga mengajak semua anggota Koperasi KPN Beringin, untuk aktif menjalankan Koperasi secara baik, benar dan tepat, terarah serta terpadu agar KPN Beringin bisa tumbuh, berkembang dan maju serta mampu bersaing dengan CU yang ada di Kabupaten Sikka.

Mantan Wakil Presiden Koperasi Asia ini juga memberikan motivasi untuk tumbuh dan berkembangnya Koperasi KPN Beringin diantaranya, Atitute atau perilaku, visioner, kejujuran, Keteguhan dan memiliki Integritas.

Menyinggung kebijakan Bela Beli Sikka Wakil Bupati Sikka juga menjelaskan, dalam upaya untuk memperkuat ekonomi masyarakat perlu kebijakan baru dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang kita miliki untuk mengolah dan membentuk pasar sendiri. ” Kalau kita mau bela kabupaten Sikka, maka saatnya kita beli produk-produk asal Kabupaten Sikka. Sebaliknya kalau kita beli produk asal Sikka maka kita sudah membela Nian Tanah Sikka, ” jelasnya.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya