oleh

Tinggal Selangkah, Kejari Flotim Tetapkan TSK Kasus SPAM IKK Ile Boleng!

-HUKRIM-119 views

LARANTUKA, MN- Kerinduan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Flores Timur, Bayu Setyo Pratomo, SH bersama  Tim Jaksa Penyidik  bagian Pidana Khusus (Pidsus) untuk menyelesaikan tahapan penyidikan kasus dugaan korupsi paket proyek Pembangunan SPAM IKK Ile Boleng (TA 2018) di penghujung Tahun 2020 silam, ternyata masih kandas !

Dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (6/1) Kajari Bayu yang didampingi Kasubsi Penyidikan Tindak Pidana Khusus, FransMan, SH mengakui hingga saat ini, pihaknya belum menerima secara resmi Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Negara (LHPKN) dari pihak Auditor Inspektorat Daerah Kabupaten Flores Timur.

Walau demikian, mereka telah mengantongi gambaran kasar soal nilai kerugian tersebut ! Termasuk gambaran soal siapa sajakah yang bakal ditetapkan sebagai tersangka, ketika tiba waktunya itu !

“Kita tinggal menunggu penyerahan secara resmi LHPKN itu dari pihak Auditor. Memang, kami pun sudah memiliki gambaran soal nominal kerugian itu, namun kami tidak bisa gegabah, dan memang, kami harus menanti penyerahan secara resminya LHPKN itu ! Setiap hari kami  membangun koordinasi soal ini dengan Tim Auditornya, dan seharusnya hari ini, LHPKN itu diserahkan. Namun tadi dalam komunikasi koordinatif diantara kami, mereka menggeser waktunya karena belum rampung. Nah, soal jadwal terbaru penyerahannya pun sudah mereka sampaikan. Tinggal menanti tiba saatnya itu !” ujar FransMan yang dipersilahkan Kajari Bayu untuk menjelaskan perkembangan terkini penyidikan kasus dugaan korupsi pada paket pekerjaan Pembangunan SPAM IKK Ile Boleng di Tahun Anggaran 2018 itu.

Memburu soal kepastian waktu penyerahan LHPKN itu, dan gambaran kerugian negara serta siapa sajakah yang bakal ‘termeterai’ status tersangka pada Kajari Bayu maupun Kasubsi Penyidikan Pidsus itu, bak memadamkan api dengan bensin. Mulut mereka terkunci rapat !

“Waktunya akan tiba, tinggal sedikit lagi ! Teman-teman media akan kita undang kog ! Dan di saat itu, baru kita jawab pertanyaan ini ! Kita tak bisa mendahului ! LHPKN saja kami belum terima kog ! Prinsipnya, kami komit untuk menyelesaikan kasus ini ! Dan semuanya akan menjadi terang benderang bila sudah tiba saatnya itu,” tandas Kajari Bayu dan FransMan.(GOE-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya