oleh

Terganggu Berita Mangkraknya Perumahan La Tansca, Obor Mas Gugat Wartawan 18 Miliar

-HUKRIM-1.241 views

MAUMERE, MN – Berita terkait mangkraknya perumahan La Tansca milik KSP Kopdit Obor Mas yang terletak di Desa Tana Duen, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, membuat pihak manajemen, pengawas dan pengurus KSP Kopdit Obor Mas merasa terganggu sehingga pihak manajemen, pengawas dan pengurus KSP Kopdit Obor Mas melalui kuasa hukumnya, menggugat salah satu wartawan media lintasnusanews.com serta salah satu narasumber.

Pasalnya, dalam berita yang dipublikasikan di media lintasnusanews.com pada tanggal 9 Juli 2019 dengan tajuk “Mantan Pengawas Ungkap Dugaan Kebohongan GM Kopdit Obor Mas”  dengan narasumber Anton Gesa Kedang, S.Pd yang adalah mantan pengawas KSP Kopdit Obor Mas mengungkapkan dugaan kebohongan pihak KSP Kopdit Obor Mas atas jalannya proyek perumahan yang bernilai milyaran rupiah yang mangkak hingga saat ini.

Atas dipublikasinya berita tersebut, pihak KSP Kopdit Obor Mas kemudian menggugat Anton Gesa Kedang, S.Pd sebagai narasumber (Tergugat 1), Karel Pandu alias Iqbal sebagai wartawan lintasnusanews.com (Tergugat 2) dan Ambrosius Boli sebagai Pemimpin Redaksi media lintasnusa.com (Tergugat 3) dengan tuntutan ganti rugi berupa kerugian materil sebesar 3 milyard rupiah dan kerugian immaterial sebesar 15 milyard rupiah.

Pada sidang mediasi tahap pertama yang dilaksanakan pada Rabu (18/09/19) di Pengadilan Negeri Maumere, Ketua Majelis Hakim, Consina Ina L. Palang Ama, SH,.MH, menunjuk Dodi Efrizon, SH sebagai hakim mediator bagi kedua belah pihak.

Karel Pandu alias Iqbal dan Ambrosius Boli (Pemred lintasnusanews.com) melalui tim Kuasa Hukumnya, Lorens Welin, SH dan Alfonsus Hilarius Ase, SH,.M.Hum saat ditemui awak media di Pengadilan Negeri Maumere pada Rabu (18/09/19), mengatakan, sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung (Perma), sebelum pembacaan gugatan, harus ada proses mediasi.

“Mediasi ini sesungguhnya adalah upaya agar para pihak yang bersengketa ini bisa membuat kesepakatan sehingga perkara ini tidak sampai dilanjutkan, itu substansinya,” ungkap Alfonsus Hilarius Ase, SH,.M.Hum.

Alfons menambahkan, berdasarkan kesepakatan tim kuasa hukum kedua belah pihak, sidang mediasi pertama akan digelar pada Selasa, 24 September 2019. 

Sementara itu, pihak penggugat melalui kuasa hukumnya, Falentinus Pogon, SH,.M.Hum saat dikonfirmasi awak media seusai persidangan membenarkan adanya kesepakatan antara kedua belah pihak tersebut.

“Tadi para pihak sudah bertemu untuk kepentingan mediasi, tetapi hakim mediator meminta dalam mediasi ini perlu ada principal. Kebetulan yang hadir tadi hanya principal dari tergugat 2. Karena itu kita tunda sampai hari Selasa tanggal 24 September 2019 untuk mediasi dengan permintaan untuk menghadirkan principal baik dari penggugat maupun tergugat yang belum hadir hari ini,” ungkap Falentinus.

Disinggung terkait langkah hukum terhadap kasus tersebut yang melangkahi UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Falentinus mengatakan hal tersebut akan dijawab oleh pihak tergugat. (Acq/Trv-R2)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya