oleh

Terdepak karena Alat Tangkap, Penghasilan Nelayan Lokal Ndete Sikka Menurun

-EKBIS-204 views

MAUMERE, MN- Subhan Nur Cholis (45), dengan keringat bercucuran memungut hasil tangkapannya di atas tambatan perahu yang berlokasi di Dusun Magelo’o Desa Reroroja Kecamatan Magepanda Sikka.

Hasil yang diperolehnya tidak seberapa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, pria paruh baya ini terus memungut hasil ikannya untuk dipasarkan di Kota Maumere.

Kondisi ini, menyebabkan mereka kian terpuruk dari pekerjaan utama mereka sebagai nelayan di kawasan Teluk Kajuwulu Magepanda Sikka.

Pasalnya, dengan peralatan yang sangat sederhana, sejumlah nelayan tradisional di Desa ini bertahan dengan kondisi apa adanya.

“Terus terang, kami memang selama ini pekerjaan kami hanya berharap di laut saja. Perairan Kajuwulu ini memang sangat berpotensi, namun kami kalah dalam peralatannya. Nelayan dari luar, mereka datang ke sini untuk menangkap ikan dengan alat yang modern, sementara kami hanya mengandalkan alat tangkap tradisional saja, sehingga hal itu sangat berpengaruh besar terhadap hasil yang kami peroleh setiap harinya,” ujar Nur Cholis kepada Maumere News.

Dia pun mengaku, sebelumnya, penghasilan mereka bisa sampai dengan 10 buket, tetapi karena kalah bersaing, mereka hanya mendapatkan 1 buket saja, itu pun tidak sampai penuh.

“Terus terang, pendapatan yang kami peroleh ini tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus kami keluarkan setiap harinya. Belum lagi dengan kondisi covid 19 saat ini, tentunya daya beli masyarakat pun menurun, jika dibandingkan sebelum-sebelumnya,” akunya.

Dalam keterangannya, beberapa kali mereka harus pergi mencari ikan hingga ke perairan Kabupaten Ende dan Kabupaten Flores Timur.

“Memang pada musim-musim tertentu kita pindah tempat untuk mencari ikan. Namun saat kita memasuki daerah kabupaten lain, mereka lempar kita dan usir dari sana. Tetapi kalau mereka datang ke sini, kita terima mereka dengan baik, meski peralatan mereka lebih modern dari yang kami punya,” ujarnya.

Untuk itu, dia sangat berharap uluran tangan dari pemerintah daerah, dalam hal ini bekerjasama dengan pihak keamanan, agar mengatur perairan dan wilayah tangkap ini dengan baik.

“Kami punya kelompok nelayan di sini, tetapi sampai dengan saat ini, kami belum dapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Dulu sekitar 5 tahun yang lalu, memang ada bantuan perikanan, namun kami tidak dapat. Bantuan itu tidak tepat sasaran, sehingga menjadi mubasir,” pungkas Nur Cholis sambil mengaku, pasaran ikan hasil tangkapannya biasanya diambil oleh para pedagang ikan dari Kota Maumere.(SON/MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya