oleh

Tanahedang, Kampung Tak Bersinyal, Warga Cari Sinyal, Pembelajaran Sistem Luring

SOLOR, MN– Tak terjangkau oleh sinyal  seperti jaringan Telkomsel dan lain sebagainya,warga dusun Tanahedang di Desa Lamaole, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur terpaksa harus meninggalkan hunian mereka di setiap hari, menuju titik sinyal agar dapat berinteraksi menggunakan perangkat seluler-handphone.

Walau tidak terlalu jauh jaraknya dari pemukiman mereka, namun di musim hujan-badai seperti ini, semuanya menjadi berantakan, demikianlah Viktoria Sinu (pelajar) mengisahkan tentang ruang-ruang penderitaan warga Tanahedang tatkala berada di titik bersinyal itu.

“Memang kemarin, desa Kami juga mendapatkan bantuan perangkat wifi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan terpasang di kantor desa, yang kebetulan berada di dusun Tanahedang ini. Namun kerjanya lamban ! Maka kami lalu bergerak menuju titik sinyal ini. Memang lebih mudahnya di sini ! Selain lancar dalam berkomunikasi, bagi kami yang masih sekolah ini, kami dapat menyelesaikan tugas During di tempat ini. Sialnya kalau hujan, apalagi hujan yang disertai angin, maka berantakanlah semuanya, karena kami harus pulang rumah !” kisah Viktoria, pelajar pada SMPN I Solor Barat (Pamakayo) bersama teman-temannya saat ditemui maumerenews.com di titik sinyal tersebut, Jumad (29/1) pukul 16.00 wita.

Hal serupa pun dialami UPT Satuan Pendidikan SD Inpres Tanahedang. Karena berada pada wilayah yang belum terjangkau sinyal,otomatis  tak memungkinkan mereka menerapkan sistem pembelajaran Dalam Jaringan (During). Luring, menjadi satu-satunya pilihan di situasi pandemi Covid-19 ini.

Walau harus menghadapi situasi cuaca ekstrim saat ini, tak menyurutkan komitmen pengadian dewan guru pada sekolah yang sedang dipimpin oleh Petrus Hayonbua Keyn ini untuk mendampingi anak didik mereka.

Dengan tetap patuh terhadap prokes penanggulangan Covid-19, mereka senantiasa mendatangi para muridnya dan memberikan bimbingan belajar.

Di setiap hari sebagaimana yang terjadwalkan, baik guru kelas maupun guru mata pelajaran senantiasa bolak balik dari dusun Tanahedang ke dusun Lewolein atau pun sebaliknya, demi menularkan ilmu pengetahuan pada warga didik mereka.(GOE-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya