oleh

Tana Wawo dan Paga, Dinyatakan Stunting Terparah di Sikka

-DIKKES-1.559 views

MAUMERE, MN- Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka merilis jumlah kasus stunting di Kabupaten Sikka mencapai 34,5 persen. Meski angka stunting di Sikka lebih rendah dari angka stunting di NTT yang mencapai 43 persen, namun terdapat 2 kecamatan yang memiliki kasus stunting terparah yakni Kecamatan Tana Wawo dan Paga.

Kepala Dinkes Sikka, dr. Maria Bernadina Sada Nenu, M.Ph, saat menjawab pertanyaan sejumlah awak media di Dinas Pertanian Sikka, Selasa (16/07/2019), usai menghadiri rapat pembahasan penanganan rabies, menjelaskan, upaya penanganan kasus stunting tidak bisa dilakukan oleh Dinas Kesehatan sendiri, melainkan penanganannya harus dilakukan melalui multi sector, yang terdiri dari 10 SKPD dan Badan Pemberdayan Masyarakat dan Desa.

“Terus terang, soal penanganan kasus ini, intervensi paling besar 70 persen yakni intervensi sensitive dari 10 SKPD dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Sedangkan dari Dinas Kesehatan intervensinya cuma 30 persen saja,” tegasnya.

Dia mengatakan, apalah artinya Dinkes menyediakan obat cacing dan tablet tambah darah, namun tidak didukung dengan ketersediaan sarana air bersih, akses jalan dan jembatan yang sangat terbatas serta rumah yang tidak layak huni?” tanyanya.

Untuk itu, Sada Nenu, lebih lanjut mengatakan, upaya yang mestinya didorong ke depan adalah program sanitasi total yang berbasis masyarakat.

“Masyarakat harus diajak hidup bersih, seperti pola hidup sehat. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran stunting. Stunting ini menyerang lebih banyak ke balita dan anak-anak. Untuk itu, penanganan terhadap balita selama 1.000 hari pertama kelahiran, yang merupakan masa emas ini, perlu dilakukan secara benar, pemberian makan yang baik, gizi yang seimbang, pola asuh dan sanitasi yang layak, diharapkan akan menurunkan angka stunting di wilayah ini,” jelasnya panjang lebar.(TRV-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya