oleh

Tambang Galian C Penuhi DAS Nangagete

-SOSBUD-1.008 views

MAUMERE, MN – Daerah Aliran Sungai (DAS) Nangagete yang melintasi wilayah Desa Kringa, Nebe, Bangkoor  dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT dipenuhi dengan aktivitas tambang galian C baik yang memiliki izin pertambangan maupun aktivitas pertambangan ilegal.

Tingginya aktivitas pertambangan di daerah aliran sungai  (DAS) menyebabkan terjadi kerusakan lingkungan seperti sedimentasi dan pendangkalan air yang mengganggu aktivitas pertanian lahan sawah di Desa Nebe dan Bangkoor, Kecamatan Talibura.

Pantuan media ini pada Sabtu (3/8) pagi di lokasi penambangan  Galian C di Munet, Nangagete A, Desa Kringa, terlihat  lebar DAS sudah menjadi sempit dikarenakan ada timbunan batuan dan tanah sebagai lokasi lintasan kendaraan yang akan memuat Galian C.

Selain itu, bebatuan yang memenuhi DAS sudah diangkat dan dipindahkan pada sisi kiri dan kanan aliran air. Sehingga yang tersisa hanyalah pasir, tanah dan air yang mengalir. Panjang tumpukan batu pada sisi kiri dan kanan aliran air kurang lebih 1,5 Km.

Terlihat juga gunungan material Galian C yang ditumpuk di tengah – tengah aliran air yang siap diangkut oleh kendaraan untuk dibawa ke lokasi penampungan.

Petugas Pengelola Air Bendungan Nangagete, Gabriel da Silva mengungkapkan  sebelum ada aktivitas penambangan, sungai ini sangatlah luas. Tetapi sekarang sudah menjadi sempit dan dipenuhi dengan penumpukan material yang menggangu aktivitas aliran air.

Penggalian material yang menurut informasi memiliki izin penggalian 2 meter dari permukaan kali kini sudah lebih dari 2 meter dan menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai.

Gabriel juga menambahkan dengan penggalian material ditambah air dari hulu juga sudah dibendung untuk Bendungan Napungete maka pasokan air semakin berkurang.

Lanjutnya, kondisi ini menyebabkan pasokan air yang masuk ke Bendungan Nangagete terus berkurang sehingga sedikit saja yang bisa dialirkan kepada para petani pemanfaat air untuk mengairi sawah yang ditanami.

Selain di daerah Munet, tambang galian C juga terlihat ada di DAS Nangagete B yang berdekatan dengan Jembatan B. Pada lokasi tersebut ada 2 titik penambangan yang dilakukan oleh salah satu perusahaan untuk memasok kebutuhan material ke Bendungan Napungete.

Terlihat ada excavator yang siap mengambil material bebatuan untuk ditumpuk dan dipindahkan ke kendaraan truk pengangkut.

Menurut salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya yang ditemui di pintu masuk menuju lokasi tambang menyebutkan aktivitas penambangan dan pengakutan material di DAS Nangagete B sudah berlangsung sebulan terakhir.

Puluhan kendaraan truk hilir mudik mengambil material untuk diangkut ke Bendungan Nangagete setiap harinya dari pagi sampai malam hari.

Selain di Munet dan Nangagete B, tambang galian C juga terlihat berada di titik pertemuan 2 aliran sungai di dekat Jembatan B.Pada lokasi tersebut, ada aktivitas pengambilan bebatuan dan penyempitan aliran sungai yang dipergunakan untuk lokasi penampungan sekaligus lintasan kendaraan.

Pada sisi kakan jalan juga ada aktivitas penggilingan bebatuan yang dilakukan oleh salah satu perusahanan yang mana batuan diambil dari sungai yang hanya dipisahkan oleh jalan negara Trans Flores. Belum diketahui apakah aktivitas penambangan yang ada memiliki izin pertambangan atau tidak.(TIM-R2)

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya