oleh

Sering Dipalak dan Dilempar Batu, Ruas Jalan Trans Ende-Mof Tak Lagi Aman

-HUKRIM-1.858 views

MAUMERE, MN- Ruas jalan trans Ende-Maumere (Mof), beberapa bulan terakhir nampaknya sudah tak aman lagi. Para pengguna jalan, baik Ende maupun Maumere, mengaku, mereka sering dipalak dan dilempar batu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Kondisi itu pun menyebabkan sejumlah pengemudi dan penumpang berkicau di media sosial. Kicauan itu pun disambut positif oleh sejumlah warganet. Bahkan, mereka mengancam akan melakukan tindakan balas dendam, jika oknum-oknum tersebut datang ke Maumare.

Salah seorang pengemudi rental Maumere-Ende, Joy yang berhasil dikonfirmasi Maumere News, Rabu (3/7/2019) mengatakan, dirinya sudah dua kali dipalak oleh para pemuda di wilayah Wolowiro.

“Saya kebetulan saat itu datang dari Ende tujuan ke Maumere. Di tengah jalan, saya dipalak. Mereka dalam keadaan mabuk. Bahkan mereka meminta sejumlah uang. Ada juga yang ugal-ugalan di jalan, sehingga ketika kita minta jalur jalan untuk mendahului, mereka marah-marah dan mengancam untuk memukul kita,” katanya.

Dia mengaku, dengan kejadian tersebut, sejumlah pengemudi merasa tak lagi nyaman, apalagi kalau terjadi pada malam hari.

“Kami ini kerja cari duit, kalau keadaan tidak aman seperti ini, pasti penumpang pun lebih memilih menggunakan bis. Padahal, kehadiran kami juga membantu masyarakat yang ingin cepat karena kebutuhan. Kalau kami tidak dipercaya lagi, bagaimana dengan nasib kami ke depan?” ujarnya sesal.

Lain dengan Joy, salah seorang pengemudi lainnya, Yono, yang juga berhasil dikonfirmasi, mengaku, aksi pemalakan dan lempar batu, sering dialami oleh para pengguna ruas jalan Maumere-Ende, terutama di wilayah Watuneso hingga ke Wolowiro.

“Saya memang sering ditahan, tetapi ketika hendak ditahan saya langsung turun dari mobil. Mereka juga tak segan-segan mengancam kami bahkan ada yang ajak berkelahi. Supaya mereka tidak melakukan aksi itu lagi, saya pun menantang mereka berkelahi. Namun karena mereka tahu siapa saya, akhirnya ada yang mengurungkan niat mereka,” akunya.

Dia sangat berharap, adanya kerjasama antara dua Polres di wilayah itu, yakni Polres Maumare dan Polres Ende, untuk mengambil langkah agar kondisi kamtibmas di wilayah itu bisa aman dan terkendali, apalagi pengguna jalan ini tidak menentu waktunya, baik siang hari maupun pada malam hari.

Kapolres Sikka, AKBP Rickson P. M. Situmorang, SIK yang berhasil dikonfirmasi terkait dengan persoalan tersebut menegaskan, agar mereka yang menjadi korban atas aksi tersebut, segera melaporkannya ke Polres Sikka untuk diambil langkah.

“Kami tetap menerima setiap aduan dari masyarakat yang menjadi korban. Kami juga saat ini sedang telusuri terkait dengan ketidaknyamanan para pengguna jalan di wilayah itu,” tegas Kapolres.(SON-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya