oleh

SDN Pauklor Terancam Ditutup, ini Alasannya !

-DIKKES-1.435 views

MAUMERE, MN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pauklor di Desa Pruda, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, terancam ditutup diakibatkan jumlah murid dari tahun ke tahun terus menurun.

Sekolah yang didirikan pada 14 September 2014, hingga tahun tahun ajaran 2019/2020, hanya memiliki 38 siswa secara keseluruhan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala SDN Pauklor, Flipus Frans, S.Pd saat ditemui sejumlah awak media dihalaman SDN Pauklor, Desa Pruda, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka pada Sabtu, ( 21/09/19).

Dirinya mengaku, sejak awal dibuka pada tahun ajaran 2013/2014, SDN Pauklor memiliki 17 siswa. Pada tahun 2014/2015, mengalami peningkatan sebanyak 12 siswa, yakni 29 siswa. Pada tahun ajaran berikutnya, yakni tahun ajaran 2015/2016, jumlah siswa SDN Pauklor mengalami peningkatan, yakni berjumlah 45 siswa. Tahun ajaran 2016/2017, berjumlah 56 siswa. Tahun ajaran 2017/2018, berjumlah 60 siswa. Sedangkan pada tahun ajaran 2019/2020, jumlah siswa di SDN Pauklor mengalami penurunan yang sangat drastis yakni hanya berjumlah 38 siswa, dengan jumlah murid kelas 1 hanya berjumlah 4 orang.

Hal tersebut, menurut Filipus Frans diakibatkan oleh jarak ke SDN Pauklor lebih jauh jika dibandingkan dengan sekolah lain yang berada di desa tersebut. Selain itu, untuk menuju ke SDN Pauklor, para siswa tersebut harus melewati sebuah kali yang dialiri air. Jika musim hujan, para murid tidak bisa melewati kali tersebut karena banjir.

“Ada jalan tani, tapi anak-anak takut lewat disitu karena masih hutan. Takutnya mereka lewat terus ada binatang buas,” ungkapnya.

“Sekolah ini buka awal semua dukung termasuk, Kepala Desa dan masyarakat untuk memenuhi kuota di SMP yang baru ini. Jadi sekolah ini dibuka. Dan pada saat itu semua setuju untuk pembagian zonasi perdusun. Jadi anak-anak dari Dusun Pauklor, Ipir Dudun, Roa Tena dan Nubat harus sekolah disini,” ungkap Filipus

 Dirinya menambahkan, pada tahun ajaran 2019/2020 ini, hanya 4 orang siswa yang mendaftar di SDN Pauklor.

“Tahun ini, siswa kelas 1 hanya 4 orang. Jadi total semuanya pada tahun ini 38. Jadi kalau hanya 4 artinya kami tidak bisa input masuk ke dapodik dan terancam tidak dapat dana BOS dan bakal terancam ditutup sekolah ini. Kalau tidak dapat dan BOS, kami mau gaji guru honor bagaimana. Kalau sekolah ini ditutup, pasti banyak anak murid yang akan drop out, jadi saya berharap, mari kita sama-sama membangun sekolah dan mengikuti kesepakatan awal untuk menyangga SMP yang ada di Pruda ini. Apalagi sudah ada Perbup terkait zonasi,” ungkap pria ini penuh harap.

Sementara itu, Rikardus yang juga adalah salah satu orang tua murid berharap jangan sampai SDN Pauklor ditutup.

“Saya harap sekolah ini jangan ditutup. Karena dari awal kami swadaya untuk beli tanah dan bangun sekolah ini. Kami harap, pemerintah jangan sampai tutup sekolah ini,” ungkap pria yang anaknya duduk di kelas IV. (Acq-R2)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya