oleh

Ritual Loe Unur, Bupati Sikka: Pertahankan Adat dan Budaya Leluhur

MAUMERE, MN- Warga di sejumlah desa di Kecamatan Waigete, Rabu (23/9/2020), menggelar ritual adat Loe Unur.

Ritual yang digelar untuk menghormati para leluhur ini, dilaksanakan di Desa Popo Mulan Desa Runut Kecamatan Waigete.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, didampingi Ketua TP PKK Sikka, Ny. Maria Cahyani Idong, sekitar pukul 07.00 WIT telah tiba di Desa Runut.

Bupati Robi Idong dalam kesempatan tersebut menegaskan, ritual adat yang diwariskan oleh para leluhur jangan sampai dihilangkan, karena hal ini merupakan budaya asli yang harus perlu dipertahankan dan dilestarikan.

Orang Nomor Satu di Sikka ini pun menambahkan, warisan leluhur yang saat ini terus dipertahankan, adalah nilai yang perlu dikembangkan untuk menselaraskan hidup antara manusia dan alam serta Tuhan Sang Pencipta.

Sementara itu, Kepala Suku Tukan, Kaseanus Adeodatus dalam penjelasannya, mengaku, ritual adat ini merupakan tahapan terakhir menghantarkan arwah para lehuhur untuk masuk ke singgahsana terakhir yakni surga.

“Ritual ini dilaksanakan tidak setiap tahun, tetapi sewaktu-waktu dapat dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan para pemuka adat Suku Tukan. Meski ini dilaksanakan oleh Suku Tukan, namun suku-suku yang lainnya pun ikut terlibat dalam urusan ritual adat ini,” jelas Adeodatus yang mengaku berasal dari Desa Watudiran ini.

Dalam acara ritual adat yang cukup sakral tersebut, dilakukan penyembelihan hewan kurban, yang selanjutnya dipersembahkan kepada leluhur.

Hingga berita ini diturunkan, proses adat masih tengah berlangsung. Meski terdapat kerumuman massa, namun mereka tetap memberlakukan protokol kesehatan dalam mencegah pandemi covid 19 di Kabupaten Sikka.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya