oleh

Raibnya Mesin Speed Boat Dinsos Flotim Bermula dari Docking

-HUKRIM-59 views

LARANTUKA,MN- Hilangnya mesin speed boat, 40 PK  milik Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur dari gudang Asam Satu Beach, Kelurahan Weri, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur belum lama ini,ternyata  berawal dari proses dockingnya .

Docking sebagai persiapan untuk digunakan disaat Semana Santa Tahun 2020 tersebut pun disertai dengan pelucutan mesin bersama tangki minyak.

“Sebelum ditarik ke darat dengan bantuan kendaraan truk, mesin bersama tangki minyaknya dilepaskan. Tangki minyak lalu diamankan Damran di rumahnya. Sedangkan karena mesin itu berat, maka dia menitipkannya pada gudang Asam Satu Beach. Koordinasi dan komunikasi untuk urusan penitipan mesin itu pun berjalan sangat lancar, lantaran Damran adalah salah satu pengurus dalam Kelompok Pengelolah Asam Satu Beach itu,” urai Koordinator Tagana, Herman Yosep Maran mengisahkan riwayat penitipan mesin itu pada gudang Asam Satu Beach, Jumad (13/11/2020).

Mendampingi Kabid Linjamsos, Paskalis Luli Buton di ruang kerjanya, Herman Y. Maran dalam kisah lanjutannya menuturkan, seiring dengan pandemi covid-19 yang diikuti dengan pembatalan perayaan Semana Santa, konsentrasi dock itu pun menjadi tidak fokus, lantaran para Tagana melebur dalam kerja Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Ganti Mesin 25 PK Pulangkan Speed

Memanfaatkan waktu luang di akhir Agustus 2020, mereka lalu menyelesaikan urusan docking itu, dan speed tersebut harus dibawa pulang ke tempat labuhnya.

Kabid Linjamsos Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur,Paskalis Luli Buton. (FOTO: GOE)

Koordinasi untuk mengambil mesin dengan si pemegang kunci gudang, tak selancar disaat Damran menitipkan mesin itu.

“Ketika hendak berurusan dengan pemegang kunci untuk mengambil  mesin itu, oknum pemegang kunci tersebut mengatakan dirinya sudah tidak lagi memegang kunci  itu. Kunci sudah dipegang oleh orang lain. Apalagi gembok gudang tersebut pun sudah diganti oleh staf Dinas Pariwisata. Karena saling lempar tanggungjawab itu, maka kami lalu membawa pulang speed tersebut dengan mesin 25 PK yang barusan diperbaiki!“ ujar Herman Maran

Kisah  bahwa mesin Mercury, 40 PK itu sudah tidak berada dalam gudang tersebut telah diinformasikan pihak Dinas Pariwisata di tanggal 10 Nopember 2020.

Terhadap informasi tersebut, beberapa anggota Tagana pun melakukan pencekingan melalui lubang dinding, karena belum mendapatkan si pemegang kunci yang telah tergantikan itu.

Dari hasil pencekingan tersebut, mereka pun tidak melihat apa yang mereka carikan itu!(GOE-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya