oleh

Rabies Meluas, Dinkes Sikka Kekurangan Vaksin

-DIKKES-723 views

MAUMERE, MN- Kepala Dinas Kesehatan Sikka, dr. Bernadina Sada Nenu, MPh, saat dikonfirmasi melalui saluran telepon selulernya, Selasa (16/7/2019), menegaskan, dalam penanganan terhadap penyebaran penyakit rabies yang saat ini sedang menyerang wilayah Sikka, pihaknya kesulitan mendapatkan vaksin anti rabies (VAR).

“Secara nasional, memang pengadaan VAR sangat terbatas. Untuk itu, perlu diambil langkah bersama bukan oleh Pemkab Sikka saja, tetapi Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat,” tegasnya.

Dia mengatakan, saat ini sudah terdapat sekitar 700 pasien yang sedang dirawat di beberapa Puskesmas dan RS TC Hillers.

“Untuk kasus ini, pasiennya tidak bisa dirawat berlama-lama. Case fasilites rate, 2 sampai 3 hari pasien bisa meninggal meninggal dunia,” ungkapnya.

Meski demikian, dia mengatakan, pihaknya akan tetap berupaya semaksimal mungkin untuk menangani ratusan pasien yang sudah positif dinyatakan pengidap rabies.

Dia menambahkan, dalam catatan pihaknya, terdapat 22 ekor anjing yang positif rabies dan sudah menyebar masuk ke dalam kota.

Seperti yang diberitakan Maumere News sebelumnya, terdapat 16 titik penyebaran rabies di Kabupaten Sikka yakni, Desa Bola Kecamatan Bola, Desa Nita dan Riit di Kecamatan Nita, Desa Habi di Kecamatan Kangae,  Desa Kokowahor dan Waiara di Kecamatan Kewapante, Desa Egon, Pogon, Hoder, dan Wairblerer di Kecamatan Waigete, Desa Nenbura di Kecamatan Doreng, Desa Iligai dan Lela di Kecamatan Lela, Desa Koting A dan Koting B di Kecamatan Koting, dan Kelurahan Kota Baru di Kecamatan Alok Timur.(SON-R1)

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya