oleh

PT KCBS Maumere Ekspor Ikan Perdana ke Korea Selatan

-EKBIS, METRO-597 views

MAUMERE, MN- PT Karya Cipta Buana Sentosa (KCBS), Jumat (24/7/2020) mengekspor sebanyak 24 ton ikan beku ke Korea Selatan.

Pengiriman ikan perdana milik perusahaan ikan terbesar di Wailiti Maumere Kabupaten Sikka ini, dihadiri oleh Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga dan sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Sikka serta undangan resmi lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, menegaskan, pengembangan sektor perikanan di wilayah Kabupaten Sikka, akan terus mendapatkan dukungan dari pemerintah.

“Sebagai mitra strategis dalam upaya peningkatan ekonomi produktif masyarakat nelayan, pemerintah daerah akan senantiasa mendukung setiap upaya pihak perusahaan dalam mengembangan perikanan di wilayah ini,” tegasnya.

Olehnya, dia sangat berharap agar, masyarakat nelayan di wilayah Kabupaten Sikka dapat lebih bergairah dalam mengembangkan usaha produksi mereka di bidang perikanan.

“Dengan kehadiran perusahaan ikan ini, diharapkan ekonomi masyarakat nelayan kita akan semakin maju dalam rangka untuk meningkatkan ekonomi keluarga masyarakat nelayan, sekaligus juga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor perikanan,” tegasnya.

Dari data yang berhasil dihimpun wartawan, pengiriman ikan perdana ke luar negeri dengan negara tujuan Korea Selatan ini merupakan hasil tangkapan nelayan Kabupaten Sikka, khusus untuk ikan cakalang beku sebanyak 20 ton jumlahnya.

Sementara itu, Direktur PT KCBS Maumere, Theodorus EU Hon, menegaskan, pengiriman perdana ini dilakukan setelah masa lockdown akibat adanya pandemi covid 19 yang melanda seluruh dunia.

“Kita sangat berharap, ke depannya ekspor ini akan berjalan terus dan lancar. Olehnya, kita berencana akhir bulan Juli ini akan kita kirim lagi ke negara tujuan yang sama,” tegasnya.

Disinggung soal pendapatnya terkait dengan kendala bagi masyarakat nelayan di Kabupaten Sikka, kata dia, perlu dikembangkan lagi armada tangkap dan personil tangkap di wilayah ini.

“Bagi kami, akan tetap menerima hasil produksi ikan dari masyarakat. Saat ini memang ada dua daerah yang menjadi penerimaan bagi kami, yakni Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur. Namun, lebih banyaknya dari Kabupaten Sikka,” pungkasnya.(SON-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya