oleh

Produksi 668 Ton, Ikan dari Sikka Diekspor Hingga ke Jepang

-EKBIS-597 views

MAUMERE, MN- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan, Paulus H. Bangkur, mengaku, jika produksi ikan di Kabupaten Sikka di tahun 2019 ini mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Hal itu menyusul perubahan iklim dengan kondisi panas yang cukup panjang selama tahun 2019 ini.

Hal itu dijelaskan Bangkur, di hadapan Bupati dan para nelayan, pada saat peresmian kolam labuh dan penyerahan asuransi bagi sejumlah nelayan di Wuring Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat Sikka, Sabtu (9/11/2019).

Dalam penjelasannya, dia menyebutkan, terdapat sebanyak 13 perusahan ikan yang selama ini menanamkan sahamnya di Kabupaten Sikka.

“Dari sebanyak 13 perusahan tersebut, sumbangan untuk pendapatan asli daerah kita selama tahun 2019 ini sudah mencapai 1.675.544.000. Ikan-ikan yang dikumpulkan dari nelayan kita sebagiannya diekspor ke beberapa negara termasuk salah satunya yang paling banyak menerima ikan kita yakni Jepang,” jelasnya.

Sementara jenis ikan yang dihasilkan nelayan Sikka yakni tuna sebanyak 71,11 ton, lobster hidup 0,58 ton, gurita 78,55 ton, cakalang beku sebanyak 399,22 ton, ikan kayu sebanyak 90,30 ton, ikan segar 2,77 ton, tuna beku 20,64 ton, teripang 0,10 ton tuna segar sebanyak 0,30 ton dan kerapu hidup sebanya 0,17 ton.

Di depan Bupati, Bangkur juga menyebutkan, jumlah armada di Kabupaten Sikka saat ini belum mencukupi, khususnya di wilayah selatan Sikka. Olehnya, perlu didorong lagi untuk pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Sikka pada tahun-tahun yang akan datang.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya