oleh

PMKRI Maumere Sayangkan Tindakan Main Hakim Sendiri Oknum Polisi di Sikka

-HUKRIM-2.521 views

MAUMERE, MN – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere akhirnya angkat bicara terkait masalah yang menimpa Yoseph Alpan, korban luka bakar knalpot yang dilakukan oleh oknum polisi di Polres Sikka pada Minggu (19/05/2019) yang lalu.

Kepada Maumere News, melalui email redaksimaumerenews@gmail.com, PMKRI Cabang Maumere melalui biro Advokasi Tedy Ndarung (teddsosndarung12@gmail.com) mengirimkan pres realasenya pada Selasa (28/05/2019). PMKRI Cabang Maumere menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut

PMKRI Cabang Maumere melalui Biro Advokasi, Tedy Ndarung menilai, masalah ini sebagai bukti kebiasaan oknum polisi yang terlalu berlebihan kreatif dalam mengartikulasikan UU Lalu Lintas. “Sayangnya kreativitas tersebut dibangun diatas ketidaktahuan oknum polisi, karena bagaimanapun jika sebuah aturan dijalankan berdasarkan ego ketidaktahuan, maka akan membawa bencana bagi masyarakat. Hal ini terbukti dalam kasus ini. Jabatan polisi yang selama ini diketahui paling disiplin seharusnya ia tahu bagaimana seharusnya bersikap kepada pelanggar lalulintas. Kalau memang oknum polisi tersebut mempunyai akal sehat, maka yang jelas hal yang dia lakukan adalah mengamankan pelaku untuk selanjutnya diproses secara hukum, bukan menempel knalpot yang panas ke pipi korban,” tulis Tedy Ndarung.

Tedy Ndarung juga menambahkan, kejadian ini merupakan fenomena baru dan cukup mengejutkan rakyat Sikka di mana kasus ini setidaknya mengungkapkan kebiasaan lembaga polisi yang selalu main hakim sendiri. Sebenarnya dalam hal melakukan tugasnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia senantiasa bertindak berdasarkan norma hukum dan mengindahkan norma agama, kesopanan, kesusilaan, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia. Hal ini sebagaimana yang telah diatur dalam Pasal 19 UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Hal tersebut secara spesifik dituangkan lebih lanjut dalam Pasal 10 Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip Dan Standar Hak Asasi Manusia Dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia (setiap polri). Hal tersebut diatur bahwa dalam melaksanakan tugas penegakan hukum, setiap petugas/anggota Polri wajib mematuhi ketentuan berperilaku (Code of Conduct) sebagai berikut:

  1. Senantiasa menjalankan tugas yang diamanatkan oleh undang-undang kepada mereka;
  2. Menghormati dan melindungi martabat manusia dalam melaksanakan tugasnya.

Dalam hal ini sudah amat jelas bahwa seorang polisi tidak boleh menggunakan kekerasan dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, dalam Pasal 11 (huruf a, b d, g) perkapolri ada beberapa larangan sebagai berikut.

  1. Penangkapan dan penahanan secara sewenang-wenang dan tidak berdasarkan hukum;
  2. Penyiksaan tahanan atau terhadap orang yang disangka terlibat dalam kejahatan;
  3. Penghukuman dan/atau perlakuan tidak manusiawi yang merendahkan martabat manusia;
  4. Penghukuman dan tindakan fisik yang tidak berdasarkan hukum (corporal punishment);

Berdasarkan landasan hukum tersebut sudah jelas bahwa oknum Polisi yang bersangkutan gagap aturan karena telah melanggar beberapa pasal berkaitan dengan tugas Polri.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Maumere dalam pres realase tersebut, menyayangkan perilaku oknum polisi tersebut bahwa definisi tentang polisi sebagai pengayom dan pelindung rakyat kini hanya tinggal bunyinya, tanpa implementasi yang sepadan.

Lebih lanjut Ketua Presidium PMKRI Cabang Maumere menuntut kepada Kapolres SIKKA yaitu agar segera ambil tindakan tegas secara hukum terhadap oknum polisi bersangkutan.

“Pak Kapolres harus tegas dan cepat dalam menyikapi kasus ini. Jangan bertele-tele dengan konspirasi atau semacamnya. Kasus ini merupakan bentuk perendahan martabat rakyat Sikka. Jika Kapolres Sikka tidak mengambil tindakan tegas terhadap oknum polisi bersangkutan, maka PMKRI akan memaksa Kapolres Sikka dengan cara yang lain,” ungkap Ryo Fernandez selaku ketua Presidium dalam pres realase yang dikirim ke redaksi Maumere News.

Seperti yang diberitakan Maumere News terkait kasus yang menimpa Yoseph Alpan pada Selasa (21/05/2019), Kapolres Sikka, AKBP Rickson Situmorang, SIK berjanji akan menindak tegas oknum anggota polisi di Polres Sikka yang melakukan tindakan tersebut. Rickson juga berjanji akan menanggung semua biaya pengobatan Yoseph Alpan. Pihak keluarga dan pihak Polres Sikka pun telah sepakat untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. (ACQ-R2)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya