oleh

Pembunuhan Sadis di Sikka: Fransiskus Meru Bersimbah Darah, Pelaku Serahkan Diri

-HUKRIM-3.690 views

MAUMERE, MN- Permasalahan tanah menjadi pemicu kejadian pembunuhan sadis di Wairmitak Desa Nebe Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka, Jumat (6/11/2020), sekitar pukul 07.00 WITA.

Korban, Fransiskus Meru (60) harus bersimbah darah, setelah kepala dan leher korban yang putus, akibat tebasan parang milik pelaku, UU (49).

Informasi yang diterima aparat di lapangan, pembunuhan tersebut sudah direncanakan sebelumnya oleh pelaku, akibat perebutan hak ulayat tanah di wilayah itu.

Kronologis kejadian bermula dari, sekitar pukul 07.00 WITA, pelaku mendatangi korban yang saat itu kebetulan korban sedang memberi makan ternaknya.

Dengan membawa sebilah parang, pelaku tiba-tiba menghampiri korban dan menyapa korban dengan kata, ‘kawan’.

Melihat pelaku, korban pun akhirnya mengambil langkah seribu. Namun, karena umur, upaya tersebut sia-sia. Korban pun terpeleset dan jatuh.

Saat melihat korban terjatuh, pelaku langsung mengayunkan parangnya dan mengenai kepala korban. Darah segar pun mengalir. Lalu, pelaku kembali mengayunkan lagi parang ke arah leher korban, sehingga kepala korban terpisah dari badannya dan korban pun meninggal dunia di lokasi kejadian.

Pelaku, setelah peristiwa itu, kembali ke rumahnya sekitar 2 km dengan berjalan kaki. Sampai di rumah, pelaku membasuh dirinya dan langsung menuju Pol Sub Sektor Nebe untuk menyerahkan diri. Saat menyerahkan diri, pelaku membawa serta barang bukti berupa parang yang telah dilakukan pelaku untuk membunuh korban.

Polisi yang menerima laporan, langsung melakukan tindakan kepolisian, dengan mendatangi TKP, mengolah TKP, meminta keterangan dari beberapa saksi dan mengevakuasi korban menuju Puskesmas Watubaing untuk melakukan Visum et Repertum.

Kapolres Sikka melalui Kasat Reskrimnya, Iptu Aga Septian, SIK, mengatakan, hingga saat ini baru dua saksi yang dimintai keterangan oleh pihaknya.

Kejadian tersebut pun telah dituangkan dalam Laporan Polisi Nomor: LP /  268  / XI / 2020 / NTT / Res. Sikka / Sek. Waigete, tanggal 6 November 2020.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus berjaga-jaga di wilayah tersebut, untuk mengantisipasi permasalahan ini bertambah panjang.

Dia sangat berharap agar keluarga korban menyerahkan masalah tersebut kepada pihak Pores Sikka untuk dapat memprosesnya secara Hukum.

Dia sangat berharap, agar keluarga tidak boleh melakukan tindakan di luar tindakan hukum dan agar keluarga menjaga Kamtibmas di sekitar Desa Nebe.

Saat ini, jasad korban disemayamkan di rumah duka di Wairmitak Desa Nebe, Kecamatan Talibura Sikka.(MAR-R1)

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya