oleh

Peluncuran KSS: Pemkab Komitmen Gempur Kemiskinan di Sikka

-METRO-669 views

MAUMERE, MN- Pada peluncurkan kartu Sikka sehat (KSS) yang dilaksanakan di Sikka Convention Centre (SSC), Senin (20/1/2020), Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, menyatakan, pemerintah kabupaten Sikka akan siap menggempur kemiskinan di wilayah ini.

“Dalam pertemuan dengan Kementerian Sosial, saya selaku Bupati telah menyampaikan masalah kesejahteraan sosial di wilayah ini. Khusus NTT, progresnya itu masih kurang, kita untuk tingkat pembangunan SDM di Indonesia, NTT berada di kelompok 3 besar dari bawah. Masalah kemiskinan ini, masih belum terselesaikan, sehingga perlu ada terobosan-terobosan baru. Untuk mendapat perhatian khusus, tugas pertama adalah data-data yang benar warga miskin di Sikka,” tegasnya.

Dalam rapat koordinasi itu, Orang Nomor Satu di Sikka ini pun mengingatkan kepada semua pejabat untuk mengupayakan rakyat keluar dari kemiskinan adalah turun ke rakyat dan tanggalkan semua jabatan yang melekat dalam diri.

“Semua kita harus terlibat langsung. Tanggalkan semua jabatan tinggi kita, termasuk saya sebagai Bupati tanggalkan semua jabatan, juga sebagai kepala dinas. Tahun 2020 hingga 2021 mendatang, kita keroyok bersama, sehingga masyarakat kita bisa terbantu, keluar dari masalah kemiskinan ini. Selain itu, juga ada program kegiatan lain yang mestinya kita dorong bersama agar masalah kemiskinan ini bisa terjawab,” tegasnya.

Dikatakan, yang bisa menyelesaikan persoalan kemiskinan di Sikka adalah bagaimana pemerintah memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengembangkan seluruh potensinya dengan memanfaatkan segela potensi yang dimiliki.

“Program Kartu Sikka Sehat ini, sebagai salah satu upaya memberikan dukungan kepada masyarakat miskin untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara baik. Selain itu, pemerintah juga sedang memikirkan bagaimana mengupayakan pengembangan ekonomi produktif masyarakat. Ini bukan hanya tugas bupati saja, bupati juga manusia biasa, tetapi tugas kita bersama,” ujarnya lagi.

Untuk itu, Mantan Camat Nele ini pun menambahkan, untuk mengetahui persoalan kemiskinan rakyat, pemerintah tidak hanya bicara di hotel-hotel mewah atau duduk di balik meja saja, tetapi lebih pada turun ke masyarakat, dengar apa yang rakyat sampaikan, lihat apa yang rakyat punya, rasakan apa yang dirasakan oleh rakyat, duduk bersama mereka dan tinggal bersama mereka, sehingga bisa tahu apa yang mestinya dilakukan oleh pemerintah.

Sementara itu, Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga, dalam kesempatan itu pun meminta kepada semua pihak untuk bekerja dengan hati membangun Nian Tanah Sikka.

“Kepala Desa dan Camat harus proaktif untuk membangun wilayahnya. Kita diberikan kewenangan dan jabatan ini sebagai sebuah amanah untuk membantu mereka yang kecil. Kita harus bekerja secara jujur dan adil dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dia pun berharap, agar komitmen pemerintah daerah untuk mengentas kemiskinan di wilayah ini, dapat ditindaklanjuti oleh camat dan kepala desa di wilayahnya masing-masing.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sikka, Yosep Karmianto Eri, dalam pandangannya mengapresiasi langkah Bupati Sikka dalam rangka mempercepat pelayanan dengan  menggunakan data yang valid.

“Bagi yang belum memiliki kartu BPJS dan KIS, agar ke depannya instansi teknis terkait bisa membuka loket pendaftaran di semua kelurahan dan desa. Bagi yang belum memiliki kartu BPJS dan KIS bisa diberikan kartu Sikka Sehat,” tegasnya.

Dia juga sangat berharap, warga Kabupaten Sikka pun harus pro aktif untuk mendatangi kelurahan dan desa agar didata.

“Ini kerja gotong royong yang harus dituntaskan palayanan dasar ini,” pungkasnya.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya