oleh

Pecahkan Persoalan Sampah, Lurah Wuring ‘Berkantor’ di Tumpukan Sampah

-METRO-54 views

MAUMERE, MN- Memecahkan persoalan klasik- sampah yang senantiasa membanjir di wilayah Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Lurah Gregorius Gate, SE pun memilih untuk tidak berkantor. Dirinya ‘berkantor’ di tumpukan sampah !

Dirinya memimpin langsung kegiatan pembersihan sampah di lingkungan Wuring Bukit, Wuring Lembah, dan Patisomba tersebut.

“Persoalan krusial yang senantiasa dihadapi pemimpin di Kelurahan Wuring ini adalah persoalan sampah. Padatnya penduduk yang tersebar di tiga lingkungan dalam Kelurahan ini memicu padatnya sampah. Oleh karena itu, ketika mulai mengembani jabatan sebagai Lurah di sini pada (16 Maret 2020), diam-diam tanpa sepengetahuan warga di sini, saya melakukan pembersihan sampah. Warga baru mengetahui bahwa yang sedang membersihkan sampah itu adalah seorang Lurah tatkala diinformasikan oleh Pak Babinsa, barulah mereka kaget dan langsung berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan sampah itu. Itulah babak awal kami mengurai benang kusut selama ini,” tutur Gregorius Gate .

Seiring perjalanan waktu,Lurah Wuring tersebut lalu memasukan program kegiatan fisik yang bersumber dari DAU Tambahan Kelurahan di Tahun Anggaran 2021 untuk mengadakan 1 unit kendaaraan roda tiga pengangkut sampah,dan 1 unit konteiner penampung sampah.

Bangunan koordinasi yang terbina antara Pemerintah kelurahan Wuring dengan Pemkab Sikka,perlahan namun pasti, persoalan krusial mereka itu pun teratasi.

“Jumlah penduduk kami sebanyak 5.413 jiwa, dengan jumlah KK 1.513. Lumayan banyak ! Dan itu berdampak pada sumbangsi sampah ! DI TA 2020, kami mengadakan dua sarana angkut/tampung sampah. Dan diback up dengan kendaraan pengangkut sampah dari Kabupaten, persoalan pelik kami itu pun mulai terurai. Sampah tidak lagi menumpung sebagaimana sebelumnya,” ujar Goris.

Hal senada pun diungkapkan Ketua LPM Wuring Yoseph Kerong. Dia pun membenarkan bahwa persoalan sampah di wilayah mereka merupakan sebuah problem yang senantiasa menghiasi penggalian gagasan mereka.

“Kondisinya itu pun terpecahkan ketika Moat Goris menjadi Lurah di sini. Beliau bahkan diam-diam turun sendiri dan melakukan pembersihan sampah. Tak ada warga yang mengenalnya kalau dia itu adalah Lurah baru kami. Dan cerita itu benar adanya ! Aksi bakti pembersihan sampah yang dikomandani Lurah Goris itu pun membuahkan kesadaran pada warga. Ditunjangi dengan alokasi anggaran yang bersumber pada Dana Tambahan Kelurahan pada Tahun 2020 yang peruntukannya untuk mengadakan 1 unit kendaraan roda tiga (pengangkut sampah) dan satu kontainer (penampung sampah) maka persoalan sampah yang selama ini kami gumuli,perlahan mulai terpecahkan.Lingkungan kami semakin bersih,” ungkap Yoseph Kerong dengan ekspresi puas.(GOE-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya