oleh

Pagar Puskesmas Waigete Dikerjakan Tidak Sesuai Bestek

MAUMERE, MN- Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, geram dengan proyek pengerjaan pagar Puskesmas Waigete yang ambruk diterjang banjir, Minggu (29/12/2019) lalu.

Kabag Humas Setda Sikka, Verry Awales dalam keterangannya kepada Maumere News pada sidak hari kedua di Puskesmas Koting dan Nita, Selasa (31/12/2019) menjelaskan, soal kemarahan Bupati terhadap pengawas proyek tersebut merupakan hal yang manusiawi.

“Sebagai pemimpin daerah tentunya Beliau sangat marah dengan pengerjaan proyek yang dilakukan oleh pihak ketiga yang tidak sesuai dengan besteknya. Insiden tersebut pun sebenarnya bukan itu titik persoalannya, yang mestinya didorong adalah menyelamatkan dana APBD yang sudah digelontorkan oleh pemerintah untuk menata infrastruktur dasar yakni Puskesmas Waigete,” tegasnya.

Kemarahan Bupati beralasan, karena menurut dia, dalam pengerjaan proyek pembangunan pagar Puskesmas Waigete yang dikerjakan oleh CV Bumi Indah dengan anggaran sebesar Rp. 4 miliar lebih itu, sudah termasuk dengan perencanaan dan pengawasannya. Sehingga jika pengawasannya tidak dilaksanakan secara optimal, maka proyek akan amburadul seperti yang terjadi saat ini.

Dia lebih lanjut mengatakan, penyediaan infrastruktur dasar di bidang kesehatan itu lebih diutamakan oleh pemerintah dalam menghadirkan sumber daya manusia yang berkualitas di daerah ini. Selain itu, dengan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, tentunya dapat memberikan kemudahan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Jadi persoalan intinya adalah di situ. Pak Bupati tidak menginginkan adanya kecurangan dalam pelaksanaan setiap pengerjaan proyek infrastruktur, karena meski orang lain yang berbuat salah, tetap yang akan disoroti adalah Bupati sebagai Kepala Daerah,” tambahnya.

Awales dalam keterangannya juga menambahkan, terkait dengan proyek tersebut dari hasil pengamatan Bupati di lapangan, memang pengerjaan proyek pagar tersebut dilaksanakan sesuai dengan bestek.

Dikatakan, pembangunan proyek pagar yang dikerjakan dengan sistim beton itu, mestinya digali dan dicor sehingga ada ketahanannya. Namun kenyataannya, yang dikerjakan tersebut tidak digali, sehingga saat banjir datang pagar yang dikerjakan langsung ambruk.

Kabag Humas juga menyebutkan, terkait dengan proyek pembangunan pagar tersebut, Bupati juga telah menegaskan akan mendorongnya ke proses hukum melalui Kejaksaaan Negeri Sikka.

Di akhir keterangannya, Kabag Humas juga menambahkan, Bupati juga akan segera memanggil Kepala Dinas Kesehatan dan pihak ketiga untuk meminta klarifikasi terkait dengan proyek pembangunan pagar tersebut.(SON-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya