oleh

Niat Baik Idong dan Kerja Kerasnya Membangun Nian Tana Sikka

-METRO-1.214 views

MAUMERE,MN- Beberapa bulan terakhir, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, melakukan sejumlah gebrakan. Tak satu pun aktivitasnya, mulai dari setia urusan pekerjaan kantor, pelayanan kemasyarakatan, melakukan peninjauan pembangunan serta pemberdayaan masyarakat dilaluinya.

Sebagai pemimpin Sikka, dirinya ingin mengetahui dari dekat kondisi masyarakatnya. Untuk itu, setiap hari libur, dimanfaatkannya bersama sejumlah wartawan menemui masyarakat yang memang prioritas mesti dibantu.

Kedekatannya dengan masyarakat kecil, ditunjukannya pada setiap kali kunjungan. Tidak sekedar berpura-pura, tetapi ini dari lubuk hatinya yang paling dalam untuk mengabdikan dirinya kepada negeri leluhurnya, Nian Tana Sikka dan seluruh warganya.

Canda gurau serta bercerita panjang lebar, diberikannya kepada mereka yang membutuhkan sentuhan perhatian pemerintah. Dan Bupati Idong, memberikan itu.

Idong adalah tipe pemimpin yang selalu dengar apa yang masyarakat sampaikan, duduk dan bercerita bersama mereka, rasakan apa yang mereka rasakan, bahkan tidur bersama mereka pun, mantan Camat Nelle ini tetap bersedia. 

Tidak terlepas dari itu, Bupati Idong (sapaan akrabnya) pun mulai mengarahkan perhatiannya untuk sektor pendidikan dan kesehatan. Bantuan beasiswa kepada mahasiswa asal Sikka, meski sempat terjadi polemik, tetap didistribusikan ke hampir 600 mahasiswa yang tersebar di 16 perguruan tinggi di Indonesia. Anggarannya pun tidak sedikit, sebesar Rp. 5,8 miliar di tahun anggaran 2019 ini dan akan ditingkatkan lagi pada tahun 2020 mendatang dengan plafon sebesar Rp. 10 miliar.

Ada 3 kategori penerima beasiswa, yakni pertama kategori mahasiswa berprestasi, mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin dan beasiswa tugas belajar. Semua ini didorongnya untuk menciptakan sumber daya yang handal di Kabupaten Sikka.

Tak heran, jika saat ini, Orang Nomor Satu di Kabupaten ini, mulai disukai oleh warga Sikka. Turun ke masyarakat melakukan blusukan, merupakan niatnya untuk mendengar keluh kesah warganya. 

Kepeduliannya terhadap sosial kemasyarakatan pun, menghantarkan mantan Camat Nelle ini mulai diterima di sebagian besar masyarakat, terutama akar rumput. Bahkan, warga Pemana pun menyatakan sikap untuk mendukung kebijakannya, karena ada sinar yang diterawang masyarakat Pemana, bahwa Idong memiliki semacam karismatik kepemimpinan.

Sejumlah leading sektor mulai perlahan dibangkitkannya, mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan dan sejumlah sumber daya yang ada di daerah ini, didorongnya dengan tujuan agar mempersembahkan yang terbaik bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakatnya.

Meski masih terdapat satu dua permasalahan karena terbentur mindset dan cultureset masyarakatnya, namun bagi seorang Idong, amanah yang dipikulnya tetap dijalankannya.

“Biarlah orang bicara ini dan itu, saya tetap bekerja dan turun ke rakyat saya. Saya ingin mendengar apa yang mereka mau. Karena saat ini, politik boleh keras, tetapi tidak dengar apa keluh kesah masyarakat, pembangunan daerah ini tidak akan terarah baik. Turun ke rakyat, duduk dengan mereka, dengar apa yang mereka sampaikan, bukan hanya sekedar turun tapi ingin melihat, di mana letak kesalahan dari kebijakan saya. Dan ternyata, saya sudah dapatkan itu,” tegasnya dengan suara serak aslinya.

Meski keringat dan peluh membasahi wajahnya, namun semangatnya tetap menyalah, mengujungi satu rumah ke rumah yang lainnya. Bertemu dengan warganya, bercengkerama secara kekeluargaan dengan semua mereka, merupakan sosok yang mesti ditiru oleh semua pemimpin di Nian Tana Sikka. Sungguh, Idong seorang Bupati yang merakyat.(MAR-R1)

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya