oleh

Minim Kesadaran Warga, Sat Pol PP Sikka akan Tegakkan Perda Ketentraman dan Ketertiban

-HUKRIM-929 views

MAUMERE, MN- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sikka, Adeodatus Buang menyebutkan, hingga saat ini kesadaran masyarakat akan ketertiban dan ketentraman masih rendah.

Hal tersebut menurutnya, terlihat di beberapa tempat umum seperti aktivitas jual beli di trotoar jalan. Pejalan kaki akhirnya tidak menggunakan trotoar dan menggunakan badan jalan untuk berjalan kaki.

Selain itu, pada kondisi pandemi Covid-19, masih banyak warga yang mengabaikan protokoler kesehatan.

“Sosialisasi hampir dilakukan setiap hari. Yang menjadi kendala adalah minimnya kesadaran masyarakat. Kami akan prioritaskan Perda nomor 1 tentang ketentraman dan ketertiban umum. Masyarakat harus merasa tentram dan tertib,” tutur Adeodatus di ruang kerjanya, Kamis (15/10/2020).

Kendati mengalami kendala, kata Adeodatus, sebagai instansi pemerintahan yang mempunyai tugas dan kewenangan sebagai penyelenggara pembinaan, ketenteraman dan ketertiban umum, penegakan perda serta perlindungan masyarakat, pihaknya akan terus melakukan upaya-upaya meningkatkan kesadaran dengan berbagai upaya seperti pengawasan dan sosialisasi, teguran, himbauan terciptanya ketentraman dan ketertiban umum.

Dikatakannya, pihaknya akan melakukan tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran pelanggaran, namun Sat Pol PP perlu mengedepankan langkah-langkah pendekatan secara persuasif.

Hal tersebut menurutnya, guna mencegah tindakkan represif.

Dalam menjaga dan merawat  ketentraman dan ketertiban umum, kata Adeo, pihaknya sangat membutuhkan sinergitas dari semua pihak, khususnya para camat, lurah dan kepala desa untuk bergandeng tangan bersama Sat Pol PP guna menciptakan Nian Tana Sikka yang tentram dan tertib.

Dirinya pun menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menyelenggarakan pesta melebihi batas waktu yang ditentukan dan selalu mentaati protokoler kesehatan dengan menerapkan 4 M yaitu memakai masker, mencuci tangan di air mengalir, menjaga jarak fisik dan menghindari kerumunan.

“Saya berharap agar masyarakat dapat memahami kondisi sekarang. Menyelenggarakan pesta boleh tapi jangan melebihi batas waktu. Selain itu penyelenggara pesta pun wajib mengantongi surat izin keramaian”, tegas Adeodatus.(APL-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya