oleh

Mengapa Pemkab Sikka Fokus Beasiswa Mahasiswa? Ini Alasannya

-DIKKES-576 views

MAUMERE, MN- Pemerintah Kabupaten Sikka, dibawah kepemimpinan Bupati, Fransiskus Roberto Diogo dan Wabup, Romanus Woga, akan terus menerus memprioritaskan pemberian beasiswa bagi para mahasiswa asal Sikka di beberapa kota studi di Indonesia, termasuk di Kota Maumere.

Di depan 18 wisudawan Akper St. Elisabeth Lela dan para orangtua serta undangan yang hadir pada acara wisuda, Senin (21/10/2019), Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo menjelaskan alasan pemerintah saat ini fokus pemberian beasiswa untuk para mahasiswa asal Sikka.

“Kebijakan yang kita ambil saat ini merupakan kebijakan yang seksi, menurut beberapa kalangan. Memang benar, bahwa urusan pendidikan tinggi adalah urusannya pemerintah pusat, tetapi saya berani mengambil langkah ini karena kebijakan ini adalah motivasi dan pemberdayaan di bidang pendidikan,” tegas Bupati Idong, sapaan akrabnya saat sambutan pada acara wisuda tersebut.

Dia lebih lanjut mengatakan, motivasi ini karena lebih disebabkan masyarakat Sikka selama ini sebagian besarnya hanya menyekolahkan anaknya sampai dengan SLTA saja, karena keterbatasan ekonomi. Ketika lulus SMA atau SMK, cukup banyak siswa kita yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, akibatnya jumlah pengangguran di Sikka menunjukan trend yang cukup tinggi.

“Meski ini urusannya pemerintah pusat, tetapi wajib hukumnya pemerintah daerah pun harus membantunya, apalagi generasi muda ini ke depannya adalah generasi milik Kabupaten Sikka. Untuk itu, saya berani ambil kebijakan ini, agar membantu para orangtua yang berkemampuan ekonomi kecil, bisa menyekolahkan anaknya hingga sarjana. Jadi ada rangsangan yang kita mau dorong, ada intervensi yang kita mau bangun serta yang paling penting adalah membantu beban hidup mereka. Ini filosofi dasarnya,” tegas Bupati lagi.

Dia mengatakan, soal alokasi anggaran untuk beasiswa mahasiswa itu, masih sangat kecil dibandingkan dengan pendapatan asli daerah (PAD) Sikka yang sudah mencapai Rp.104 miliar dan APBD di tahun 2019 ini mencapai angka Rp.1,2 triliun.

“Saya pikir dana yang kita gunakan untuk beasiswa itu baru mencapai 5,7 miliar, belum apa-apa dari PAD yang kita punya. Ini investasi jangka panjang uang mestinya kita dorong bersama, karena ke depannya generasi-generasi muda Sikka sudah bisa menguasai semua bidang karena mereka jebolan perguruan tinggi. Saya juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada DPRD Sikka yang sudah mendukung sepenuhnya terkait dengan kebijakan ini. Karena ini, kepentingannya adalah kepentingan untuk rakyat, bukan untuk siapa-siapa,” imbuhnya lagi.

Dia juga sangat berharap dukungan dari para orangtua untuk memanfaatkan peluang ini untuk kepentingan masa depan anak-anak kita.

“Biarlah orang lain protes dengan kebijakan ini, kita terus berjalan dan bergerak untuk Sikka yang lebih baik ke depan,” pungkasnya.(MAR-R1)

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya