oleh

Maumere Bisa Jadi Smart City, Jika Warganya Berpikir Global

-METRO-1.274 views

MAUMERE, MN- Executive Co- Director VIVAT International, Robert Mirsel menyebutkan, Kota Maumere bisa menjadi Smarty City, jika seluruh warganya berpikir global, bukan hanya soal Maumerenya saja atau Indonesianya saja, tetapi bagaimana berpikir dan bertindak menjadikan Maumere sebagai Kota Dunia.

Hal itu disampaikannya saat ditemui di Biara Candratyia Wairklau Maumere, Minggu (12/1/2020).

Bekerja sebagai Executive Co-Director VIVAT International yang berkantor pusat di New York City, Robert lebih lanjut menjelaskan, berbicara tentang smart city semua orang di Sikka ini harus membayangkan bahwa Sikka ini adalahg bagian dari dunia.

“Jadi kita tidak lagi hanya berpikir tentang kebutuhan banyak orang Sikka, tapi kebutuhan banyak orang yang datang ke sini, bukan hanya menikmati apa yang mereka alami di sini, entah kebudayaan atau kuliner. Maumere sendiri bukan baru dikenal sekarang, sudah dikenal sejak dulu karena tenun ikatnya. Terkenalnya Maumere itu dibuktikan dengan saat ini begitu banyak wisatawan manca negara yang datang ke sini,” sebutnya.

Ketika semakin banyak wisatawan manca negara yang sudah pada datang ke sini, lanjut dia, kita sendiri harus tahu bahwa yang kita promosikan ini bukan hanya sekedar memenuhi selera, tapi juga mau agar dunia lain belajar dari Sikka.

“Saya pernah mempromosikan tenun ikat Sikka di New York. Memang banyak orang yang tertarik dan menanyakan kepada saya tentang tenun ikat Maumere. Di Eropa, khususnya di Inggris, ada stand-stand khusus NTT yang khusus mempromosikan produk-produk NTT. Ini sebenarnya juga memberikan peluang untuk Maumere bisa dikenal lebih banyak di dunia internasional,” ujarnya.

Olehnya, lanjut dia, kita tidak lagi berpikir tentang lokal saja, tetapi kita sudah mulai harus berpikir tentang dunia, karena seluruh dunia melihat sesuatu yang baik, unggul dan unik di Maumere Kabupaten Sikka.

Selain mindset dan cultureset, lanjut dia, penguasaan bahasa dunia pun harus menjadi tolak ukur bagaimana menjadikan Maumere sebagai smart city.

“Karena itu, lembaga-lembaga pendidikan sudah harus bisa mempersiapkan generasi muda kita yang benar-benar mampu menguasai bahasa dunia, termasuk dengan teknologi. Saya beri contoh, seperti Surabaya, pemerintah benar-benar berjuang untuk mempromosikan Surabaya terkenal di seluruh dunia. Dan upaya itu didukung penuh oleh semua komponen di sana. Olehnya, saya berharap, pemerintah harus lebih berperan aktif untuk membentuk warga Sikka menjadi warga dunia, tidak melihat dirinya sebagai warga Sikka saja, tetapi menjadi bagian dari masyarakat dunia dan mengembangkan sesuatu yang baik dari yang mereka miliki,” pungkasnya.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya