oleh

Longsor di Doreng-Sikka, Ruas Jalan Bola-Doreng Terputus  

-EKBIS-20 views

MAUMERE, MN- Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Sikka pada beberapa minggu terakhir menyebabkan beberapa ruas jalan di wilayah kabupaten Sikka rusak parah.

Pantauan media ini pada Jumat (5/2) terjadi longsor dan terpantau sebuah batu besar yang menutup badan jalan poros Kecamatan ruas jalan Bola Hale tepatnya di Watu Lagar, Dusun Hamar, Desa Wolonterang, Kecamatan Doreng,  Kabupaten Sikka.

Akibatnya akses jalan menuju ketiga kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Sikka ini lumpuh total.

Tampak beberapa warga desa Wolonterang sedang bahu membahu untuk membersihakan beberapa material longsor agar bisa dilewati oleh para pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Salah satu warga desa Wolonterang , Yosefian Karmadi yang sekaligus ketua RT 08/ RW 04  kepada media ini mengatakan bahwa longsor ini terjadi pada Jumat (5/2/) sekitar pukul 03.00 Wita dini hari.

Sampai saat ini belum ada upaya dari pemerintah kabupaten untuk mengatasi kondisi longsor yang  menyebabkan akses jalan ini terputus.

“Batu besar ini harus dikerjakan dengan menggunakan bantuan  alat berat untuk memindahkannya. Saya berharap kepada pemerintah kabupaten dalam hal ini dinas terkait agar segera mengatasi kondisi longsor ini”, ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Babinsa Desa Wolon Terang, Koptu Yoseph Win Benny membenarkan terjadinya longsor batu besar ini.

Menurutnya, akses jalan menuju 3 wilayah kecamatan di selatan Kabupaten Sikka lumpuh total. Hal ini dikarenakan batu besar ini memenuhi seluruh badan jalan, sehingga menghalangi akses jalan.

Kendati demikian, lanjut Koptu Yoseph Win Benny, saat ini bersama masyarakat Desa Wolonterang, pihaknya telah bergotong royong untuk membuka akses jalan setapak agar bisa dilewati kendaraan roda dua dan warga.

Sedangkan batu besar ini, menurut Koptu Yoseph Win Benny, perlu bantuan alat berat (excavator) untuk memindahkan.

“Bersama warga, kami sudah gotong royong untuk buka akses jalan setapak dan pindahkan batu berukuran lebih kecil. Sedangkan batu besar yang tutup badan jalan ini, tidak bisa dipindahkan secara manual. Perlu dukungan alat berat dari Pemkab,” ungkap Koptu Yoseph Win Benny.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya