oleh

Lestarikan Budaya Sikka, Mbola So Maumere Kemas Butik Tenunan

-METRO-379 views

MAUMERE, MN- Tiap orang bisa mempunyai mimpi setinggi langit, namun tak semua bisa membangkitkan semangat tinggi.

Mungkin itulah salah satu motivasi Najwa Shihab yang memacu Neldis Lebi, salah seorang ASN di lingkungan Pemkab Sikka, untuk memulai usaha bisnisnya.

Sebagai seorang ASN di BPBD Kabupaten Sikka, dengan rutinitas pekerjaannya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, dia tidak ingin melepaskan waktu luangnya begitu saja.

Ditemui di tempat usahanya, Mbola So, Selasa (4/8/2020) di Jalan 72 Kelurahan Wehuli Kecamatan Alok Barat Maumere Flores, Neldis mulai menceritakan awal mula memulai usahanya.

“Awalnya, saya melihat banyak tenunan masyarakat kita yang produknya jarang terjual. Hal itu mungkin bisa terjual jika pada saat acara adat dan sebagainya. Lalu, dari situ munculnya pikiran saya untuk bagaimana berinovasi. Meski inovasi, namun, kita tidak akan meninggalkan budaya asli kita,” ujarnya.

Dia mengatakan, usahanya yakni membuka butik dengan bahan dasar kain tenun Sikka.

“Karena inovasi dengan tidak meninggalkan budaya asli memang berat untuk kita rancang. Namun, perlahan kami mulai belajar mendesain segala macam jenis busana. Artinya, desain itu mengikuti mode jaman sekarang namun tetap mempertahankan budaya asli kita. Dan beberapa desain ternyata mendapatkan respon positif dari masyarakat. Dan mulai banyak yang pesan,” tuturnya.

Usahanya terus berkembang, akhirnya dia harus mempekerjakan beberapa orang. Bukan hanya membeli dari para penenun, tetapi dia sendiri juga membangun kelompok tenunnya sendiri, dengan mempekerjakan 4 orang.

Usahanya dengan nama Mbola So, juga mempekerjakan 4 orang sebagai penjahit.

“Artinya, di sini siap pakai. Konsumen bisa memilih motif yang diinginkan dan langsung ditenun. Habis ditenun, langsung kita pun akan desain sesuai dengan keinginan konsumen. Pesanan kita sudah sampai ke beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Makassar dan Banjarmasin,” ujarnya.

Harganya pun, lanjut dia, bervariasi sesuai dengan motif dan mode dari pesanan.

“Harganya masih terjangkau,” singkatnya.

Mbola So, tidak hanya memproduksi butik saja, tetapi di tempat ini pula konsumen bisa mendapatkan sejumlah aksesoris yang terbuat dari sarung, termasuk gading dan serbuk kayu.

“Untuk sarung sendiri, banyak motifnya, mulai dari motif Lio, motif Palue dan motif Sikka. Intinya, kita bisa membantu sesama dengan membuka lapangan pekerjaan baru, termasuk juga memperkenalkan budaya asli Sikka ke luar daerah,” akunya.

Selain usaha butik dan membuat sejumlah aksesoris, di Mbola So juga menerima gadai tanpa bunga.

“Kita harus menjadi berkat bagi sesama,” pungkasnya.

Perjuangan seorang Neldis Lebi adalah perjuangan tanpa pamrih untuk membangun Nian Tana Sikka, melestarikan budaya asli Sikka dan membuka lapangan kerja baru bagi mereka yang membutuhkannya. Sukses Selalu.(SON-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya