oleh

Korban Bencana Kebakaran Lokaria Menangis, PEMDA Sikka Tutup Mata

-SOSBUD-1.583 views

MAUMERE, MN – Kebakaran yang terjadi di Lokaria beberapa hari yang lalu tepatnya, Rabu (19/06/2019), pukul 06. 45 WITA mendapat perhatian dari berbagai kalangan termasuk sejumlah pemuda, GMNI Cabang Sikka dan juga Gerakan Rakyat Nian Tana (GRANAT) sedangkan Pemerintah Desa setempat maupun Pemerintah Kabupaten Sikka masih menjadi penonton.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Gerakan Rakyat Nian Tana, Mario Marcelo kepada Maumere News melalui pres realasenya yang dikirim ke email redaksi yang diterima pada Rabu (26/06/2019).

Dalam realasenya, Mario mengatakan, dari 8 Kepala Keluarga (KK) korban kebakaran di sekitaran jalan Nairoa, Lokaria tersebut, sebagian besarnya merupakan warga Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka.

Namun, hingga hari ini para korban mengaku belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Desa, sedangkan dari Pemerintah Daerah hanya Dinas Sosial Kabupaten Sikka yang menanggapi dengan membangun dua tenda jenis tenda keluarga (family tent) dan menyerahkan sedikit sembako untuk para korban. Selain itu BANK NTT juga berkontribusi untuk korban bencana kebakaran dengan memberikan bantuan berupa sembako.

Ketua GRANAT tersebut lebih lanjut menyayangkan pernyataan pihak Dinas Sosial Kabupaten Sikka bahwa bantuan yang diberikan kepada para korban hanya sekian dan hanya berupa bantuan tanggap darurat.

Dari hasil keterangan yang diperoleh Mario dari Lusia Lise, salah satu korban kebakaran Lokaria, bahwa dua tenda tersebut diadakan setelah Dinas Sosial Kabupaten Sikka mendapat konfirmasi dari beberapa pemuda yang peduli terhadap kondisi para korban.

Mario Marcelo yang juga Sekretaris GMNI tersebut kemudian mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Sikka tidak pakai hati menanggapi kejadian kebakaran tersebut. Pemerintah seolah – olah menutup mata atas salah satu masalah sosial tersebut. Pemerintah Daerah seharusnya melalui organ – organ kepemerintahannya harus sigap dan cepat dalam menanggapi persoalan ini.

Menurut Mario,  yang dilakukan pemerintah terhadap korban bencana kebakaran kios, toko, dan rumah tempat tinggal sangat tidak efisien, sebagai contoh, tenda yang harusnya dibangun untuk para korban pengungsian sementara adalah tenda peleton bukan tenda keluarga (family tent). Menurut Mario, itu adalah sebuah sikap konyol.

“Ini persoalan serius, pemerintah harusnya mengutamakan kebutuhan – kebutuhan pokok lainnya seperti pakaian dan juga perabot dapur selain sembako. Jangan – jangan pemerintah setengah hati dalam menanggapi persoalan ini”, tegas Mario.

Mario Marcelo sangat mengaharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka dalam hal ini Bupati Sikka, tidak boleh menutup mata.

“Ini bencana yang sedang melanda masyarakat, Bupati Sikka harus tegas untuk menjawabi persoalan tersebut. Apa yang dibutuhkan para korban saat ini merupakan salah satu visi dan misi Bupati yakni memperjuangkan hak – hak dasar masyarakat. Bupati Sikka yang sudah terpilih jangan seperti kacang lupa kulit,” tutupnya. (ACQ-R2)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya