oleh

Kondisi Pasar Ritaebang Memprihatinkan

-SOSBUD-1.034 views

LARANTUKA, MN- Kondisi bangunan Pasar Ritaebang Kecamatan Solor Barat Flotim, saat ini sangat memprihatinkan. Bukan hanya itu saja, Pasar Enatukan di Desa Nusadani pun kondisinya sudah semakin reyot termakan usia.

Pantauan wartawan, atap bangunan Pasar Ritaebang sudah berkarat dan berlubang di semua sisi. Hal itu menyebabkan beberapa pedagang terpaksa membangun lapak mereka sendiri secara swadaya.

Meski demikian, beberapa pedagang masih tetap memanfaatkan bangunan reyot tersebut untuk menjajakan barang dagangan mereka.

“Rusaknya ini sudah sekian lama. Belum ada perhatian dari pemerintah daerah. Dan untung saat ini musim kemarau, sehingga kami bisa memanfaatkannya. Tetapi kalau musim hujan, maka kami terpaksa menutupnya dengan menggunakan terpal,” ujar Nurjanah, salah seorang pedagang.

Dia juga mengatakan, lokasi pasar memang cukup strategis, namun karena kondisi pasar yang tidak representatif, menyebabkan para pedagang enggan untuk berdatangan ke Pasar Ritaebang.

“Selain itu juga daya beli masyarakat yang rendah, sehingga barang dagangan kita kurang laku. Kalau mau mendekati hari raya atau acara adat seperti saat ini, barulah lakunya agak ¬†lumayan. Yah, ini juga kita berkeliling dari satu pasar ke pasar yang lainnya,” akunya.

Lamberth Hayon, salah seorang warga Ritaebang yang berhasil dikonfirmasi mengatakan, pasar tradisional yang dibangun ini sudah saatnya direhap total, sehingga memudahkan para pedagang untuk berdagang.

“Kondisinya sudah dari tahun 2015 seperti ini. Karena sengnya kena karat, apalagi dekat dengan air laut seperti ini. Seharusnya kalau rehap, maka sengnya harus seng aluminium yang tahan karat, kalau tidak kondisinya seperti sekarang ini,” ujarnya.

Dia juga mengusulkan agar pemerintah Kelurahan Ritaebang, bisa menarik retribusi pasar, sehingga memberikan pemasukan bagi Kelurahan dalam pembenahan pasar tersebut.

Jumlah pasar tradisional di Solor cukup banyak. Diharapkan ada perhatian yang lebih dalam pengembangan pasar-pasar rakyat dan harus dibarengi dengan pemberdayaan serta pendampingan yang kontinyu dalam meningkatkan produktifitas masyarakat.(ANI-R1)

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya