oleh

Kisruh BST di Takaplager Sikka, Nggaa Rua: ‘Errare Humanum Est’

-METRO-174 views

MAUMERE, MN- Kekisruhan di Desa Takaplager Kecamatan Nita atas kesalahan memasukan data penerima bantuan sosial tunai (BST) di desa tersebut, seharusnya menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi semua pengambil kebijakan di Nian Tana Sikka, dalam menyelesaikan masalah kemanusiaan di tengah pandemi covid 19 di daerah ini.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Antonius Nggaa Rua, S. Ag, dalam pernyataannya saat menyampaikan pandangan terkait dengan permasalahan tersebut.

“Kisruh data BST di Takaplager memberi pelajaran yang sangat berharga bagi kita di Nian Tana Sikka. Harus jujur kita akui bahwa kita belum memiliki bank data atau database kependudukan yang komprehensif dan akurat, padahal data base ini sangat penting sebagai titik pijak dalam penyusunan perencanaan pembangunan ke depan,” tegasnya di balik ujung telepon selulernya kepada Maumere News, Senin (11/5/2020).

Dia lebih lanjut mengatakan, secara keseluruhan dan secara spesifik, data base ini sangat dibutuhkan pada saat-saat seperti ini, di tengah penyaluran bantuan sosial tunai, kita masih sibuk dengan urusan data.

“Jika ada kesalahan penginputan data bantuan seperti yang terjadi di Takaplager, semua kita tentu memakluminya, karena ini sangat manusiawi. Pepatah latin mengatakan, errare humanum est. Kita percaya aparat desa kita akan segera memperbaiki kesalahannya,” sambungnya.

Untuk itu, dia kembali mengatakan, terkait dengan persoalan tersebut, kita tidak boleh saling menghakimi dan menyalahkan, karena kasalahan ini adalah kesalahan secara kolektif.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah sinergi dari kita semua untuk melawan pandemi covid 19 ini, dengan penanganannya terhadap dampak sosial ekonomi yang dirasakan oleh kaum masyarakat kita yang lemah. Kita mesti yakin, bahwa kita pasti bisa melakukannya untuk kejayaan Nian Tana Sikka dan terlebih lagi untuk misi kemanusiaan ini,” pungkasnya.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya