oleh

Kisruh Bansos Tunai di Sikka, Ini Klarifikasi Kepala Desa Takaplager

MAUMERE, MN- Kepala Desa Takaplager Kecamatan Nita Kabupaten Sikka, Albertus Juang, dalam penjelasannya kepada Maumere News, Sabtu (9/5/2020) mengaku jika, pihaknya setelah mengetahui nama-nama perangkat desa masuk sebagai penerima bansos tunai, langsung menggelar rapat khusus dengan seluruh aparat desa dan sepakat untuk tidak akan menerima bansos BLT dana desa.

“Data yang ada ini baru masuk dan setelah nama kami masuk sebagai peserta penerima bansos BLT tersebut, maka kami menggelar rapat kembali bersama dengan seluruh tim relawan. Nama-nama ini baru diusulkan ke Kementerian melalui Dinas Sosial. Kami juga ditelepon oleh pihak Dinas Sosial agar memasukan nama-nama warga yang belum mendapatkan bansos selama ini,” ujarnya.

Meski demikian, dia mengaku bahwa pihaknya termasuk nama-nama yang seharusnya tidak boleh menerima bansos tunai tersebut, tetap tidak akan menerima bansos tunai, meski nama mereka masuk dalam daftar penerima bansos BLT tersebut.

Seperti yang diberitakan media ini sebelumnya, kisruh pendataan di Desa Takaplager ini lebih disebabkan karena, sejumlah aparat desa dan sebanyak 6 orang ASN masuk sebagai penerima Bansos tunai di desa tersebut.

Kisruh tersebut menyebabkan sikap protes sejumlah warga desa terhadap kebijakan kepala desa dan perangkatnya, yang tidak berpihak kepada mereka yang berhak mendapatkan bansos tunai tersebut, sebagai KK terimbas dari pandemi covid 19 di Kabupaten Sikka.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, tak inginkan adanya manipulasi data penerima bansos tunai. Olehnya, dia meminta agar Kepala Desa dan seluruh aparatnya akan dipanggil ke Kantor Bupati, Senin (11/5/2020) mendatang untuk menyampaikan klarifikasi tersebut, termasuk dengan tim penginput data dari Dinas Sosial Kabupaten Sikka.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya