oleh

Keren! Haji Jamaludin Ahmad Pimpin Pesparani Nasional II 2020

-NUSANTARA-198 views

MAUMERE, MN- Haji Jamaludin Ahmad, akhirnya ditetapkan sebagai Ketua Umum Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Nasional  II tahun 2020 yang akan diselenggarakan di Kupang, September mendatang.

Di depan para kuli tinta di Kupang, Haji Jamaludin menegaskan, banyak pihak yang mempertentangkan persoalan ini.

“Saat menerima amanah ini, banyak media yang ribut, terutama yang beda paham, tapi ini merupakan hal biasa. Setelah dijelaskan oleh Ketua NU NTT, ini untuk merajut kebangsaan, merawat toleransi, Kebinekaan dalam hubungan kalau di Islam namanya habluminana”, tegasnya di aula Kantor FKUB Provinsi NTT, saat  Launching Sayambara Logo dan Mars Pesparani Nasional II, belum lama ini.

Sebagai Ketua  Umum, dirinya mengaku sangat berat untuk menerima tugas tersebut, namun setelah mempelajarinya, hampir semua mekanismenya sama dengan penyelenggaraan MTQ.

Ketika Pesparani  I di Ambon, Gubernur NTT menyampaikan keinginannya Kepada Ketua LP3K agar NTT bisa menjadi tuan rumah Pesparani Nasional II.

“Pernyataan itu merupakan sebuah bentuk dukungan yang sesungguhnya merupakan dukungan Pemerintah Provinsi NTT yang begitu kuat terhadap pelaksanaan Pesparani  Nasional  II tahun 2020 di Kupang,” ujarnya.

Ajang bergengsi ini, lanjut dia, diperkiraan mendatangkan sekitar 10 ribu orang yang akan hadir dalam kegiatan akbar ini.

“Ini akan berimplikasi dalam perspektif  NTT Bangkit dan Sejahtera, banyak orang yang mengingini akselerasi. Pembangunan harus jalan, ada berbagai macam jembatan yang mendorong multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi, ada juga UKM yang menjual sarung tenun ikat,  kuliner, dan transportasi,” tegasnya.

Pariwisata sebagai  ujung tombak, lanjut dia, harus diwujudkan dengan aktivitas -aktivitas nyata yang dikemas dalam nuansa kepariwisataan, disamping melakukan langkah-langkah perspektif.

“Itulah dampaknya bagi pengembangan ekonomi di daerah.  Inilah harapan yang tentunya bersama Dekranasda dan seluruh sektor pemangku ekonomi,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengatakan, ajang ini pun  dimaksudkan agar NTT ingin memperkenalkan  toleransi dan kebersamaan.

“Ajang ini, jangan melihat efek Katoliknya, ini harus dilihat dalam efek NTT. Kalau persepsi itu, kita datangkan orang ke NTT, semua orang yang hidup di NTT harus memberi dukungan tanpa mengenal agama Islam, Hindu, Budha, Kristen. Kita harus gotong royong dan berkolaborasi, minimal menciptakan ketentraman terhadap penyelenggara. Agama bisa memberi kedamaian dan berdamai dengan Tuhan,” pungkas Jamaludin yang juga menjabat sebagai Asisten I Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur ini.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya