oleh

Kekurangan Reagen, Pemeriksaan Hasil 6 Sampel Swab Sikka Terhambat

-METRO-157 views

MAUMERE, MN- Pemeriksaan hasil sampel swab terhadap 6 orang yang dikirim Pemkab Sikka ke Laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL PP) Surabaya, terhambat.

Hal tersebut menyusul kehabisan reagen di laboratorium tersebut.

Sekedar diketahui, reagen adalah cairan kimia yang biasanya digunakan di laboratorium. Reagen biasanya ditambahkan untuk melihat adanya reaksi kimia pada kondisi tertentu, seperti dalam hal diagnosis infeksi coronavirus.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Covid 19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus saat dikonfirmasi melalui saluran telepon selulernya, Rabu (22/4/2020).

“Dari hasil kontak kita dengan pihak pengelola laboratorium, kita mendapatkan informasi bahwa pemeriksaan lanjutan swab dari beberapa kabupaten di Indonesia, termasuk 6 sampel swab dari Sikka baru dilanjutkan sejak Rabu. Kita berharap agar untuk jatah Kabupaten Sikka bisa dilaksanakan secepatnya,” ujarnya.

Dia mengaku, sebelumnya, pihak pengelola Laboratorium Surabaya tidak bisa melanjutkan pemeriksaan karena kekurangan reagen. Reagen sudah ada, maka pemeriksaan baru dimulai lagi sejak Rabu 22 April 2020.

Olehnya, karena persoalan tersebut, dirinya sangat berharap kepada seluruh warga Sikka yang saat ini menjalni proses karantina khusus di dua tempat ini yakni SCC dan Rujab Bupati Sikka, agar bersabar menunggu hasil pemeriksaan karena dalam dua pekan terakhir ada 3.000 sampel swab menumpuk di Lab Surabaya.

“Pihak pengelola lab tentu melakukan pemeriksaan dan membutuhkan waktu untuk menyelesaikannya. Karena itu warga karantina terpusat mesti bersabar,” akunya.

Dia juga menjelaskan, untuk persiapan pemindahan sebanyak 9 orang ke Kantor Dinas Pariwisata, tim Satgas telah menata Kantor Disparbud Sikka, sehingga layak untuk dihuni belasan warga yang dipindahkan itu.

“Kita sudah siapkan  bed dan fasilitas lainnya untuk warga yang menjalami karantina terpusat lanjutan di Kantor Disparbud Sikka,” pungkasnya.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya