oleh

Kekeringan Mulai Landa Sikka: Sulitnya Mendapatkan Air Bersih di Desa Wolomapa

-EKBIS-174 views

MAUMERE, MN- Sebagai besar warga Desa Wolomapa Kecamatan Hewokloang Kabupaten Sikka, sejak 5 bulan terakhir, sudah merasakan sulitnya mendapatkan air bersih untuk kebutuhan hidup mereka.

Mulai memasuki musim panas saat ini, warga yang kurang mampu harus berjalan kaki menempuh sejauh 1 km untuk mendapatkan air bersih di Wair Kogan Klemot.

Kepala Desa Wolomapa, Marianus Moa ,S.Pd yang berhasil ditemui di desa tersebut menuturkan, air bersih yang dibeli masyarakat desanya saat ini dengan satu tangki senilai Rp. 500.000.

“Memang sejak Bulan Maret setiap tahunnya, kami sangat kesulitan air bersih. Bagi warga yang memiliki dana yang cukup, mereka bisa membeli air tangki dengan harga 500 ribu per tangki. Namun itu pun kendalanya ada, karena sebagian tidak memiliki bak penampung,” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup warga desanya, dia lebih lanjut mengatakan, pihak pemerintah desa pun mengadakan air bersih.

“Kita mendistribusikannya dengan cara bergilir untuk 3 dusun di desa ini. Namun, ketersediaan itu tidak mencukupi untuk menjawab kebutuhan masyarakat di desa ini,” akunya.

Dia mengatakan, karena memasuki musim kemarau sejak Maret lalu, warga di desanya hanya mengharapkan satu sumber mata air, yakni mata air yang mengalir di tebing.

“Sebagian warga juga masih menggunakan togan, atau wadah dari bambu untuk mengisi air bersih. Air yang mereka kumpulkan juga hanya sekedar untuk masak dan minum, selebihnya mereka harus mendatangi sumber air bersih untuk mandi dan cuci,” terangnya.

Pantauan wartawan saat berada di Wair Kogang Klemot, warga rela berantri untuk mendapatkan air bersih. Mereka hanya menunggu giliran dan menadah togan hingga beberapa menit lamanya untuk menunggu wadah tersebut penuh.

Mata air Kogan Klemot adalah sumber mata air yang ebrada di tebing dan menetes sedikit demi sedikit. Dari situlah warga menadahnya untuk memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih.

Dia juga sangat berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi untuk jmengatasi kesulitan air bersih di desanya.

“Kalau memang dilihat, air yang kami tamping dari mata air ini tidak layak untuk dikonsumsi. Namun, mau tidak mau harus diambil karena untuk kebutuhan kami,” ujar Maria, salah seorang warga Desa Wolomapa.

Kondisi sulitnya air bersih di Desa Wolomapa merupakan potret sulitnya sebagai kawasan di Kabupaten Sikka yang mengalami krisis air bersih di musim kemarau seperti saat ini.(MAR-R1)

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya