oleh

Kecewa di Kantor Irda Flotim, Massa KRBF Beri Bunga Hidup di Kejari

-HUKRIM-132 views

LARANTUKA, MN- Massa Koalisi Rakyat Bersatu Flores Timur (KRBF) di aksi turun jalan mereka pada Kamis (17/12), gagal bertemu dengan unsur pimpinan Inspektorat Daerah Kabupaten Flores Timur.

Rindu mereka untuk mendapatkan penjelasan pihak Irda terkait progres perhitungan nilai kerugian keuangan negara pada sejumlah kasus dugaan korupsi yang kini sedang ditangani APH di Flotim itu, pun berakhir kandas !

“Pimpinan tidak ada,hanya ada bawahan ! Sudah jauh hari kita sampaikan akan datang, dan sudah tau kalau kita datang,toh tidak ada pimpinan saat ini ! Hanya ada bawahan saja. Kondisi ini diduga Irda sedang tidak baik-baik ! Wibawa lembaga ini dipertanyakan,kinerja Irda diduga sedang tidak baik-baik saja ! Kami tuntut lembaga ini segera serahkan laporan hasil perhitungan nilai kerugian negara untuk kasus proyek Pembangunan SPAM IKK Ile Boleng ke pihak Kejari Flotim !”sergah Patricia Bahi usai menerima informasi ketiadaan unsur pimpinan,dalam koordinasi mereka itu.

Lengkingan suara Srikandi Merah dari paguyupan Api Kartini Flotim itu pun langsung tersahuti Petrus Peren Lamanepa sembari melecutkan sumpah pertanda kecewa.

“Dengan sedih kami pamit.Mudah-mudahan covid menyerang kalian ! “ujar Epi Peren Lamanepa yang tersahuti amin oleh massa aksi KRBF.

Kondisi tesebut berbeda tatkala rombongan KRBF tiba Kejaksaan Negeri Flores Timur.

Kajari Bayu Setyo Pratomo,SH dan seluruh Kepala Seksinya penuh sigap nan humanis menyambut kedatangan massa pimpinan Maria Sarina Romakia itu.

Dari areal pintu utama kantor itu,hingga di pintu gerbang luar serta di sekitar areal Papan Nama Kejaksaan,Kajari Bayu,dan unsur pimpinan Kejari Flotim lainnya,terlihat serius mendengar siraman orasi Epi Lamanepa dan Bachtiar Lamawuran.

“KRBF mendukung penuh penegakan supremasi hukum di Kabupaten dan Lewotanah Flores Timur ini.Kami datang ke sini sebagai bentuk dukungan kami terhadap usaha pemberantasan korupsi di Kabupaten Flotim ini. Kami datang mau bertemu dan menyerahkan bunga hidup,sebagai bentuk dukungan kami kepada Kejari Flotim yang baru pada saat kepemimpinan Pak Bayu ini, Lapdu yang dilaporkan KRBF bisa ditangani dengan cepat,hingga telah sampai pada tahapan penyidikan kini.Ketika melihat bunga ini, camkanlah : bunga ini tertitip harapan masyarakat Flotim akan serangkaian persoalan hukum ! Penanganan hukum harus berjalan hidup, tidak diam, tidak didiamkan, tidak di peti es-kan ! Kami sengaja memilih pot warnah putih, agar pihak Kejari tetap berjalan lurus !” tandas Erna Romakia sembari menyerahkan kado Bunga Hidup itu kepada Kajari Bayu.(GOE-R1).

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya