oleh

Kasus Penganiayaan Wartawan: Penyidik Polres Flotim Hadirkan 4 Saksi

-HUKRIM-545 views

LARANTUKA, MN- Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Flotim, telah menghadirkan 4 saksi dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap wartawan Kandidus Edwaldus T. Salu Kelen, wartawan media online pada wartakeadilan.com oleh Kepala Desa Lewolaga Kecamatan Titehena Kabupaten Flotim, yang terjadi pada Jumat (17/1/2020) lalu.

Kapolres Flotim melalui Kasubag Humas Polres Flotim, Ipda Piter Sogen, dalam keterangannya kepada Larantuka News (Maumere News Group), Kamis (23/1/2020) membenarkan hal itu.

“Pada prinsipnya Polres Flotim tetap menindaklanjuti setiap laporan dari masyarakat. Tindaklanjut itu tentunya harus melalui prosedurnya, sehingga jangan muncul persepsi publik bahwa Polres lambat menindaklanjutinya. Kita tetap tindak lanjut setiap laporan masyarakat, tetapi kan harus prosedural,” ujar Sogen di balik telepon selulernya saat dikonfirmasi, Kamis (23/1/2020).

Dia mengatakan, sebelum memanggil pelaku, tentunya harus didahului dengan meminta keterangan dari para saksi.

“Jadi, kita panggil dulu saksinya, termasuk saksi korban, barulah kita memanggil pelaku. Memang prosesnya demikian. Dan saksi yang kita panggil itu sudah dimintai keterangannya. Untuk pelaku sendiri, surat pemanggilannya, baru kita layangkan hari ini,” tegasnya.

Dirinya berharap, pelaku dugaan penganiayaan sebagai terlapor ini, dapat memenuhi panggilan penyidik untuk proses hukum selanjutnya.

Sementara itu, Bupati Flotim, Antonius Hubertus Gege Hadjon, dalam keterangannya saat dimintai tanggapannya, Rabu (22/1/2020) terkait dengan kasus tersebut menyesal dengan tindakan yang dilakukan oleh Kepala Desa Lewolaga.

“Seharusnya tidak boleh main hakim sendiri seperti itu. Jangan dipukul. Itu masuk kategori penganiayaan. Kan harus dibicarakan baik-baik,” ujar Bupati Anton sebelum bergegas menghadiri hajatan DPD PAN di rumah Jabatan Bupati Flotim.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah aksi protes dan kecaman terhadap kasus dugaan penganiayaan terhadap wartawan, disampaikan oleh sejumlah wartawan di seluruh Indonesia. Bahkan, mereka mendesak agar kasus penganiyaan tersebut diusut tuntas dan mendorong agar Kepala Desa Lewolaga diproses sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku, sebagai efek jera bagi publik.(ANI-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya