oleh

Kasus Pemukulan Wartawan di Flotim, Bukti Pers Sudah Dikriminalisasi

-HUKRIM-933 views

LARANTUKA, MN- Koordinator LBH Komnas PHD HAM Indonesia-NTT, Nur Khalik Majid, dalam keterangannya saat dikonfirmasi, Minggu (19/1/2020) menegaskan, aksi pemukulan terhadap wartawan Warta Keadilan, Kandidus Edwaldus T. Salu Kelen, merupakan bukti pers sudah dikriminalisasi.

“Saya melihat bahwa kasus ini, kemerdekaan pers sudah dicabut oleh pelaku yang memukulnya yakni Kepala Desa Lewolaga sendiri. Saya berharap, teman-teman pers di Larantuka, bisa bekerjasama untuk mengawal proses hukum ini sampai tuntas,” tegasnya.

Dia menambahkan, terkait dengan kasus ini, pihaknya meminta aparat penyidik Polres Flotim agar menggunakan KUHP dan UU Pers Nomor 40 tahun 1999.

“Saya sudah komunikasikan dengan pak Wanto, Kanit Pidum dan beliau sudah mengatakan mendukung penyelesaian kasus ini melalui jalur hukum. Olehnya, teman-teman LSM dan media berjalan secara sinergis, sehingga kasus ini bisa dikawal secara baik hingga tuntas,” tegasnya.

Terkait dengan laporan polisi yang sudah disampaikan korban ke Polres Flotim, dirinya berharap agar aparat Polres Flotim, segera melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan, sehingga tidak menghilangkan barang bukti.

Disinggung soal apakah, adanya kasus lain dari persoalan pemukulan ini, kata dia, hal itu tentunya akan terbuka lebar.

“Ini kan pintu masuk bagi penyidik untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Tetapi kita serahkan semuanya pada proses hukum. Teman-teman di penyidik, mungkin mereka yang lebih tahu prosesnya seperti apa,” pungkasnya.(ANI-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya