oleh

Kasus Pemerkosaan di Paga Kembali Dibongkar 13 Pengacara di Maumere

-HUKRIM-2.064 views

MAUMERE, MN– Kasus pemerkosaan terhadap salah seorang anak gadis berusia saat itu sekitar 15 tahun oleh JLW, akhirnya kembali dibongkar oleh 13 pengacara di Kota Maumere.

Terbongkarnya kasus asusila yang dilakukan oleh pelaku JLW ini, disebabkan karena Polsek Paga Polres Sikka selama kurun waktu hampir empat setengah tahun lamanya, tidak menindaklanjuti penyelidikan dan mengeluarkan pelaku dari sel tahanan saat itu.

Ke 13 pengacara ini pun melayangkan gugatan mereka ke PN Maumere, Senin (21/9/2020), dengan tergugat yakni Kapolres Sikka dan Kapolri dengan gugatan bernomor Register: 134/Sk/PDT/9/2020/PN. Mme.

Yohanes D. Tukan, SH dalam keterangan persnya kepada sejumlah wartawan di PN Maumere, Senin (21/9/2020)  menyebutkan, gugatan tersebut dilayangkan ke 13 pengacara tersebut didasari atas sejumlah fakta yang diperoleh timnya dan kerugian material maupun immaterial yang dialami oleh keluarga korban sebesar Rp. 1.300.800.000.

Tukan juga mengatakan, upaya yang mereka lakukan merupakan bentuk dukungan kemanusiaan terhadap keluarga korban dan ketidakadilan dalam proses hukum di NKRI.

“Terus terang, atas kasus ini, keluarga korban kehilangan rasa aman dan pergi tinggal di tempat lain. Bahkan, mereka pun diteror oleh pelaku. Akibatnya, hasil pertanian mereka tidak diambil. Kasus ini pun di-peti es-kan selama bertahun-tahun oleh Polres Sikka,” tegasnya.

Disinggung soal alasan mendasar dari gugatan ini ke Kapolres Sikka dan Kapolri, kata dia, hal itu karena polisi yang sudah menahan pelaku selama 3 minggu dan mengeluarkan pelaku dari dalam tahanan tanpa dasar hukum yang jelas, termasuk tidak ditindaklanjuti kasusnya.

Sementara Kapolres Sikka, AKBP Sajimin, SIK yang dikonfirmasi melalui saluran telepon selulernya, Senin (21/0/2020) belum memberikan keterangan terkait dengan tanggapan pihaknya terkait dengan gugatan dimaksud.

Hingga berita ini diturunkan, ke 13 pengacara sedang berada ke PN Maumere untuk menyerahkan gugatan tersebut.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya