oleh

Jauh dari Tertinggal, Poma Akhirnya Dapat Sentuhan Bupati Sikka

MAUMERE, MN- Poma yang berada di wilayah Kecamatan Tana Wawo Kabupaten Sikka, merupakan salah satu desa yang terbilang sangat terisolir dari perkembangan.

Terletak jauh di tengah perbukitan, perbatasan antara Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende, jauh dari akses transportasi dan informasi, Desa Poma yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 2.785 jiwa ini, hingga saat ini belum teraliri listrik. Sebanyak 350 Kepala Keluarga (KK) di desa tersebut, hanya mampu menggunakan lampu pelita jika malam hari.

Bukan hanya itu saja, gedung sekolah mereka pun tidak layak. Bahkan, tenaga pendidik di Desa ini lebih banyak didominasi oleh guru honor dari desa lain, sehingga aktivitas belajar mengajar belum optimal. Pasalnya, para tenaga honor ini tidak tinggal di Poma, namun tinggal di desa lain.

Meski umumnya, Desa Poma kebanyakan memeluk agama Katolik, namun hingga saat ini, mereka belum memiliki gedung gereja yang representatif. Mereka hanya menggunakan sebuah kapela keci sederhana untuk tempat beribadah dengan jumlah umat Katolik di desa tersebut sebanyak 2.228 jiwa.

Di depan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Poma, Kamis (9/7/2020), salah seorang warga Desa Poma, Ardi, meminta agar keterisolasian wilayah ini, khususnya untuk Desa Poma agar segera ditindaklanjuti, sehingga ribuan warga Desa Poma juga dapat merasakan arti kemerdekaan dan pembangunan yang saat ini sedang dijalankan oleh pemerintah.

Selain sejumlah masalah keterisolasian, Ardi, di depan Bupati juga meminta agar pemerintah daerah memikirkan pengembangan obyek wisata alam air terjun Muru Sobe, yang merupakan salah satu air terjun terbesar di Kabupaten Sikka, dalam rangka mendorong kemajuan pariwisata alam di wilayah ini.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo di depan seluruh warga Desa Poma, menegaskan, peemerintah daerah akan tetap memberi perhatian kepada seluruh warga Sikka, di mana pun warga itu berada, sehingga warga merasakan adanya keadilan dan pemerataan pembangunan.

“Daerah-daerah terpencil yang belum mendapatkan sentuhan dari pemerintah selama ini, hari ini saya hadir di sini untuk bersama-sama dengan masyarakat, mendengar apa yang disampaikan, duduk bersama, rasakan apa yang dirasakaan masyarakat, sehingga ada kebijakan yang perlu pemerintah ambil ke depannya,” tegasnya.

Sementara itu, Laurensius, salah seorang warga Desa Poma, mengaku, sangat merasa bersyukur atas kehadiran Bupati Robi Idong dan rombongan ke desa mereka.

“Kami sangat bangga dengan Bupati Robi Idong, yang datang ke sini untuk bertemu dengan kami. Meski pun jalannya jauh dan desa ini sangat terpencil, tetapi dia masih menyempatkan diri untuk mengunjungi kami,” ujarnya bangga.

Dia sangat berharap agar, apa yang telah disampaikan Bupati Sikka yang merupakana komitmen pemerintah daerah, agar dapat direalisasikan di tahun-tahun mendatang, sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat kecil dana terpencil seperti Desa Poma.(SON/MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya