oleh

Jalan Rusak Parah, Harga Komoditi Anjlok, inilah Keluhan Warga Pruda, Kecamatan Waiblama

-SOSBUD-1.114 views

MAUMERE, MN – Pruda merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka yang terletak di pantai selatan Pulau Flores.

Jarak dari ibu Kota Kabupaten ke Desa Pruda ± 60 km dengan memakan waktu 5 jam perjalanan, mengingat, kondisi jalan yang rusak parah dengan kerikil-kerikil tajam, tikungan tajam, mendaki dan menurun yang membutuhkan ekstra hati-hati saat berkendaraan baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kondisi jalan di Desa Pruda, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka. Foto : Acquinaldo

Sebagian besar penduduknya, bermatapencaharian sebagai petani dengan hasil pertanian unggulan didaerah tersebut berupa kakao, kopra dan juga hasil hutan lainya.

Kendati demikian, tidak membuat warga Desa Pruda makmur dan bisa dikatakan, Desa Pruda merupakan salah satu desa “miskin” di Kabupaten Sikka, dikarenakan harga jual komoditi yang anjlok yang diperparah dengan akses tranportasi seperti jalan yang rusak parah.

Seharusnya, dengan bermodalkan kekayaan alam yang berlimpah, perekonomian warga masyarakat Desa Pruda meningkat.

Frans Juking Lewuk, salah satu warga Desa Pruda, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka yang berhasil ditemui Maumere News saat menyambangi desa yang berada dipantai selatan itu mengaku, warga Desa Pruda yang ingin menjual hasil komoditinya ke kota, selain membayar biaya transportasi penumpang seharga Rp. 40.000/PP, harus pula membayar biaya tranportasi untuk muatannya seharga Rp. 200/kg.

“Kalau mau jual komoditi ke kota, selain bayar sebagai penumpang, barang kami juga harus bayar seharga Rp.200/kg. Jadi kalau harga komoditinya bagus, pasti hasilnya lumayan. Tapi sekarang harga komoditi juga anjlok. Kalau saya tidak salah, kopra itu 1 kilo kena Rp.24.000. Harga komoditi yang lain-lain juga anjlok,” ungkap pria yang akrab disapa Juking ini.

Pria yang juga akrab disapa Gito ini juga mengatakan, terkadang warga masyarakat Desa Pruda menunggu beberapa pengusaha datang untuk membeli hasil pertanian di wilayah tersebut. Namun kedatangan para pengusaha tersebut, tidak setiap hari, dikarenakan jarak tempuh yang jauh dengan kondisi jalan yang rusak parah.

Dirinya berharap, pemerintah daerah tidak menutup mata untuk warga Desa Pruda. Kondisi jalan yang rusak parah harus segera di perbaiki, begitu pula dengan harga komoditi yang anjlok juga harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Tanjung Dan, Desa Pruda, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka. Foto : Acquinaldo

Selain hasil bumi, Desa Pruda juga menyimpan aset pariwisata yang sangat menakjubkan yang belum tersentuh sama sekali yakni Tanjung Dan. Tanjung ini berada tepat di wilayah perbatasan Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur. Hamparan pasir putih dan bebatuan di pinggir laut, menjadi daya tarik Tanjung Dan.

Selain Tanjung Dan, masih banyak lagi aset wisata sebagai kekayaan alam Desa Pruda yang tidak kalah menarik jika dipromosikan. Yang terpenting adalah akses transportasi ke wilayah tersebut. (Acq-R2)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya