oleh

Istri ASN dan 2 Guru Honor di Waigete-Sikka akan Pulangkan Dana BST

-SOSBUD-802 views

MAUMERE, MN- Camat Waigete, Ferdinand Evensius Edomeko mengakui, jika karena data yang tak valid, menyebabkan beberapa warga di wilayah kecamatannya, seperti istri ASN dan dua orang tenaga guru honor mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) sebesar Rp. 600.000 yang disalurkan melalui Kantor Pos.

Hal itu disampaikan Edomeko, saat ditemui di Maumere, Senin (25/5/2020).

Dia mengatakan, untuk 9 desa di Kecamatan Waigete, sudah tersalurkan, namun tersisa 1 desa saja yakni Desa Watudiran.

Dia pun mengaku, dalam proses pembagian tersebut, pihaknya sendiri melakukan pendampingan, termasuk dengan para kepala desa dan kepala dusun.

“Mengapa mereka harus mendampingi, karena mereka-lah yang lebih mengetahui warganya, yang berhak dan tidak berhak mendapatkan bantuan jaminan sosial yang dikucurkan oleh pemerintah pusat ini,” ujarnya.

Dia menambahkan, jika kesalahan tersebut sangat manusiawi, karena pendataan sebelumnya sangat singkat.

Meski demikian, lanjut dia, dirinya telah memerintahkan para kepala desanya untuk mengawal dan mendampingi proses pembagian tersebut bersama dengan tim dari Kantor Pos Talibura maupun Kantor Pos Waipare.

“Memang benar, di Desa Wairbleler ada istri salah seorang ASN yang terima bantuan ini. Namun saat ini kami sudah melakukan komunikasi kepada yang bersangkutan untuk mengembalikannya dengan dibuatkan berita acaranya,” jelasnya lagi.

Dia mengaku, karena pengalaman tersebut, dirinya pun telah meminta kembali para kepala desa dan kepala dusun untuk menyisir lagi nama-nama penerima, jangan sampai mereka yang seharusnya tidak berhak mendapatkan jaminan sosial ini, namun telah menerimanya sesuai dengan nama yang tertera dalam daftar penerima tersebut.

“Soal jumlahnya berapa yang seharusnya tidak berhak menerima tetapi telah terlanjur terima, saya masih menunggu laporan dari para kepala desa,” tegasnya saat disinggung soal berapa jumlah penerima yang seharusnya tidak menerima bantuan ini.

Dalam keterangannya, dia juga mengaku, ada juga dua orang guru honor di Desa Pohon yang menerima BST ini.

“Untuk para guru honor itu akan diatur secara khusus melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, sesuai dengan petunjuk Bapak Bupati. Sehingga kami dalam beberapa hari ini akan mendata lagi guru honor tersebut di sejumlah desa di Kecamatan Waigete. Maksudnya, kita bisa tahu persis berapa guru honor Pemda, honor komite atau honor lepas, sehingga mana yang berhak menerima dan mana yang tidak. Nanti kami juga akan koordinasi lagi dengan Dinas PKO,” pungkasnya.(MAR-R1)

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya