oleh

Investasi Perikanan di Sikka Serap Tenaga Kerja dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

-METRO-88 views

MAUMERE, MN- Hadirnya Investasi Perikanan di wilayah Kabupaten Sikka akan mendorong penyerapan tenaga kerja dan mengurangi pengangguran serta dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Demikian pernyataan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka Paulus H. Bangkur.

Pernyataan Kadis tersebut disampaikan pada saat pelaksanaan acara pelepasan dan pengguntingan pita oleh Bupati Sikka ketika melepas 20 ton Ikan Cakalang Asap di yang berlangsung di halaman kantor PT.KCBS Maumere, Jumat, (24/07/2020).

Kepada awak Media, Kadis Perikanan Paulus H. Bangkur mengatakan, yang kita ekspor hari ini adalah Ikan Cakalang yang prosesinya asap yang dalam bahasa Jepang disebut dengan Katsuobushi.

“Konversi dari ikan basah ke ikan asap itu rata-rata 1:3. Jadi kalau 3 kilogram ikan basah akan mendapatkan 3 kilogram ikan asap. Dengan demikian Ikan Cakalang yang diekspor hari ini nilai basahnya 60 ton,sedangkan nilai asapnya 20 ton,” jelas Bangkur.

Dalam setahun, rata-rata kita mengirimkan ikan asap diatas 50 ton,dan di Sikka hanya PT.KCBS saja yang memproses ikan asap ini sedangkan untuk Ikan Tuna dan Cakalang beku ada banyak perusahaan. Untuk produksi ikan kita di Sikka pada tahun 2019 kita mampu memproduksi 19 ribu ton lebih untuk semua jenis ikan. Kalau untuk Cakalang sendiri rata-rata 3 ribu ton setiap tahun dan Tuna 2500 ton setiap tahun.

Dari jumlah tersebut lanjut Kadis, sebanyak 90 persen terserap di pasar lokal sedangkan 10 persennya yang diekspor. Tapi khusus untuk pelajis besar yaitu ikan tuna dan cakalang itu banyak keluar Surabaya, Denpasar, Makassar dan ekspor. Untuk ekspor kita hanya ke Korea Selatan dan Jepang. Dan untuk PT KCBS sendiri rata-rata ekspor per tahunnya diatas 100 ton.

Terkait dengan armada yang dimiliki oleh PT KCBS, Kadis Paul Bangkur menjelaskan bahwa dalam proses pihaknya menggunakan pola kemitraan atau partnership.

“Dalam pola kemitraan ini ada inti dan plasma. Intinya perusahaan dan plasmanya nelayan-nelayan kita. Kewajiban inti adalah menyediakan sarana untuk produksi seperti es, perbekalan itu disiapkan oleh perusahaan,” jelas Paul.

Lebih lanjut Paul Bangkur menambahkan bahwa Ikan Cakalang Asap ini merupakan hasil olahan PT KCBS dan dikerjakan oleh tenaga lokal kita yang juga merupakan karyawan PT KCBS ini.

Dengan jumlah 5.085 rumah tangga nelayan di Kabupatem Sikka,yang bermitra dengan perusahaan ini adalah kapal pemancing cakalang ada 25,kapal pemancing tuna 42.

Dari jumlah tersebut lanjut Bangkur, 1 kapal pemancing cakalang rata-rata tenaga kerja 15 sampai 20 orang tenaga kerja dan untuk 1 kapal pemancing tuna 2 sampai 3 orang. Dengan demikian dapat kita ketahui bahwa jumlah nelayan yang diserap untuk bekerja dengan perusahaan ini sekitar 400-an nelayan, demikian Paul merincikan.

Dengan demikian Paulus H. Bangkur menambahkan, hadirnya investasi perikanan itu mendorong penyerapan tenaga kerja dan mengurangi pengangguran serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Terhadap investor yang akan berinvestasi terang Paul Bangkur, nanti semua akan dibuat pola mitra. Investasi yang masuk di Sikka ini harus pola kemitraan. Jadi tidak ada lagi perusahaan-perusahaan yang bergerak sendiri, semuanya akan diatur dengan pola kemitraan yang saling menguntungkan.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya