oleh

Instruksi Bupati soal Jual Beli Vanili untuk Kepentingan Petani

-PEMERINTAHAN-1.168 views

MAUMERE, MN- Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sikka, Very Awales, S.Sos, M.Th dalam keterangan persnya kepada Maumere News, Sabtu (11/1/2020) di ruang kerjanya, memberikan klarifikasi atas banyaknya komentar negatif dari warganet di media sosial atas kebijakan Bupati Sikka melalui Instruksi Bupati Sikka Nomor 1 Tahun 2019 tentang jual beli vanili di wilayah Kabupaten Sikka.

“Dapat kami jelaskan kepada seluruh masyarakat Sikka, bahwa Instruksi Bupati ini bertujuan untuk yang pertama, mempertahankan kualitas vanili petani. Ketika kualitas vanili bagus maka harga pun akan lebih bagus lagi. Olehnya, instruksi tersebut lebih memberikan pendidikan kepada masyarakat khususnya petani vanili, dimana panen vanili harus pada masa panen,” tegasnya.

Apabila produksi vanili dari Kabupaten Sikka dapat dipertahankan kualitasnya, lanjut dia, maka Pemda Sikka dapat memfasilitasi proses pengujian laboratorium terhadap kandungan vanili Sikka dan melakukan sertifikasi mutu vanili. Jika ini dilakukan baik, maka dapat meningkatkan harga jual vanili lebih tinggi dari harga pasaran saat ini.

Dia lebih lanjut mengatakan, tujuan kedua, yakni membebaskan tindakan kriminal pencurian oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Meski tidak tersurat dalam Instruksi Bupati tersebut, soal menjual vanili sebelum masa panen adalah vanili hasil curian, namun sebagian besar desa yang wilayahnya memiliki potensi tanaman ini merespon positif dan pandangan itu telah memberikan rasa nyaman bagi sebagain besar petani vanili di Kabupaten Sikka.

Ketiga, lanjut Very, Instruksi Bupati tersebut tidak pernah mengatur tentang penjualan vanili hanya boleh dilakukan pada bulan-bulan tertentu seperti bulan maret atau april, justru regulasi ini memberikan keleluasaan bagi petani untuk dapat menjual hasil panennya setelah 9 bulan.

Dalam keterangannya, Very juga menyebutkan, Instruksi Bupati tersebut pun memuat tentang kepemilikan hasil vanili harus disertai dengan surat keterangan resmi kepemilikan dari kepala desa setempat.

“Jadi hal ini dimaksudkan untuk memberikan perlindungan kepada petani vanili, di mana hasil vanili yang dijual adalah benar-benar menjadi hak petani yang memiliki tanaman vanili. Ini juga merupakan bentuk perlindungan terhadap petani dari aksi kriminal pencurian yang selama ini sangat meresahkan masyarakat,” tegasnya lagi.

Ditambahkan, kebijakan yang diambil oleh pemerintah ini setelah melalui sebuah proses analisa atas aspirasi resmi yang disampaikan masyarakat petani vanili, saat melakukan kunjungan kerja ke berbagai wilayah di Kabupaten Sikka. Kebijakan ini, malah justri menjaga hartkat dan martabat petani vanili.

Di akhir keterangannya, Very juga memberikan apresiasi positif terhadap semua kritik konstruktif dan saran yang solutif atas Instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2019 ini.(SON-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya