oleh

Inilah Kondisi Terkini Penderita Leukimia Akut Asal Maumere yang Dirujuk ke Kupang

-SOSBUD-1.144 views

MAUMERE, MN – Pasangan suami istri, Gregorius Sutrisno (29) dan Agnes Abong Baliona (25) warga Misir Utara, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kebupaten Sikka. yang menikah beberapa waktu lalu dengan kondisi suami yang sedang mengidap penyakit leukemia akut, kini sedang menjalani perawatan medis di RSUD W.Z. Johanes Kupang karena mendapat rujuakan dari RSUD Tc. Hillers Maumere.

Agnes Abong Baliona, saat dihubungi Maumere News melalui telepon genggamnya mengungkapkan, kondisi suami saat ini mengalami penuruan berat badan, perut membuncit dan menurut diagnosa dokter, suaminya mengalami komplikasi.

Atas saran dokter yang menangani Gregorius Sutrisno, bahwa untuk memastikan sakit yang diderita, maka harus dikirim sampel darah ke Jakarta agar diperikasa lebih detail untuk mengetahui hasil secara pasti.

“Kami sudah kirim sampel darahnya ke Jakarta. Untuk biayanya itu dokter bilang sekitar puluhan juta. Saya hanya bisa tepuk dada saja. Saya harus ambil uang darimana. Untung ada orang yang mau bantu kami dan sampel darahnya sudah dikirim dan tunggu hasilnya 1 bulan,” ungkap Agnes. Ditanya soal biaya untuk pemeriksaan sampel darah ke Jakarta, pihak rumah sakit menjelaskan

“Biaya yang dibutuhkan untuk pemeriksaan ini sekitar belasan juta rupiah, mendengar biaya yang begitu banyak saya bingung dan tidak tahu harus mencari kemana lagi uang sebanyak ini, tapi saya berterima kasih sekali karena kami dapat bantuan dari Novaris untuk kirim sampel darh itu,” tambah Agnes.

Kepada Maumere News, Agnes mengatakan, saat ini dirinya bersama sang suami harus tinggal di rumah salah satu keluarga mereka di Kupang, sedangkan adik ipar yang awalnya bersama mereka sudah kembali ke Maumere.

Dirinya mengatakan, apabila hasil pemeriksaan sampel darah yang dikirim ke Jakarta sudah diketahui, maka biaya pengobatan akan semakin besar.

“Dokter bilang dia sakit liver, dan sudah rambat sampai ke jantung dan paru. Perutnya sekarang membesar. Kalau hasilnya datang, pasti biayanya mahal lagi. Saya harus bagaimana,” tutur Agnes dengan nada sedih.

Agnes mengungkapkan, saat ini dirinya menglami kendala biaya guna membeli obat-obatan, biaya transportasi,dan biaya hidup sehari-hari selama menjalani pengobatan di Kupang karena kondisi keuangan mereka sudah menipis. Sehingga mereka berharap uluran tangan dari Pemerintah Kabupaten Sikka agar dapat membantu mereka. (OZZ/TRV-R2)

“Menggugah Respon Pemda Sikka”

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya