oleh

Ini Dia, Ritual Bersihkan Diri Warga Koja Doi Sikka

MAUMERE, MN- Desa Koja Doi merupakan desa yang menggantungkan harapan hidupnya di laut. Olehnya, tidak heran jika segala aktivitas mereka selalu berhubungan dengan laut. Bahkan upacara adat Sawara sebagai wujud pembersihan diri pun dilaksanakan di laut.

Ritual adat Sawara itu, dipertontonkan dalam Festival Koja Doi 2019 yang dihadiri Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Kamis (28/11/2019).

Dengan doa dan syair yang dibacakan oleh Tetua Adat Koja Doi dalam bahasa Koja Doi, ratusan warga langsung menuju ke laut.

Dalam suasana hening, mereka menyerahkan diri mereka kepada Sang Pemilik Kehidupan.

Usai doa tersebut dibacakan, warga langsung menyiram-nyiram badan mereka dengan air. Bahkan, upacara tersebut bukan hanya diikuti oleh orang dewasa saja, tetapi anak-anak pun ikut serta dalam ritual ini.

Salah seorang Tokoh Masyarakat Adat Koja Doi, Sabhan dalam keterangannya mengatakan, upacara adat Sawara ini sudah dilaksanakan sejak turun temurun oleh nenek moyang mereka.

“Tujuan ritual ini dilaksanakan adalah membersihkan diri dari dosa dan kesalahan yang dibuat selama ini kepada Tuhan dan alam semesta, sembari berharap adanya Ridho dari Allah SWT,” tegasnya.

Disinggung soal mengapa upacara tersebut dilaksanakan di laut, kata dia, karena laut merupakan sumber terbesar bagi warga Koja Doi dan rahmat terbesar itu datang dari laut.

“Ritual ini kita akan laksanakan seterusnya dalam setiap tahun, sebagai pembersihan diri dan menghormati alam semesta terlebih menghormati Allah SWT sebagai pemberi rejeki, rahmat dan karunia yang selama ini kami dapatkan,” tegasnya.

Dia pun sangat berharap agar ke depannya, Koja Doi pun akan semakin maju dan berkembang, seiring dengan ritual adat Sawara yang setiap tahun dilaksanakan di tempat ini.(MAR/REN-R1)

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya