oleh

HMI Sikka Sebut, Bendungan Napun Gete Jawab Harapan Warga Nian Tana

-METRO-255 views

MAUMERE, MN- Jelang kedatangan Presiden RI Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya meresmikan bendungan Napung Gete di Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Selasa (23/02/2021), 
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sikka mengapreasiasi hadirnya Orang Nomor Satu di Indonesia di Sikka dan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat NTT.

Ketua Umum HMI Komisariat IPPTEK, Andi Abdul Fattaah mengatakan Bendungan Napun Gete merupakan solusi ketersediaan air baku untuk masyarakat kota Maumere.

Selain itu penyediaan air irigasi bagi lahan pertanian seluas 300 hektar di wilayah Nebe, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, kehadiran waduk Napun Gete juga sebagai pengendali banjir bagi daerah hilir bendungan.

Wilayah Provinsi NTT mempunyai iklim daerah tropis kering dengan curah hujan rata-rata 1,200 mm per tahun.

Musim hujan biasanya terjadi pada pertengahan bulan Desember hingga bulan Maret dengan intensitas curah hujan yang tinggi dalam durasi waktu yang pendek sehingga seringkali menimbulkan banjir.

Sedangkan 8 bulan lainnya berlangsung musim kemarau, sehingga debit sumber air menurun drastis. Daerah pertanian mengalami kekeringan, pasokan air baku tidak memenuhi kebutuhan penduduk di kota Maumere. Lanjutnya, pada saat ditemui di sekretariat HMI Sikka, Senin (22/02/2021).

Sementara itu, kehadiran bendungan Napun Gete ini adalah solusi untuk kepentingan irigasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para petani dan menunjang ketahanan pangan di Kabupaten Sikka. Ditambahkan Ketua Umum HMI Komisariat Ekososkum, Julandar Rusmin.

Seperti yang dipaparkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Ir. Hengky Sali (17/09/2020) bahwasannya sebanyak 9 kecamatan dari 21 kecamatan di Kabupaten Sikka masuk dalam kategori rentan terhadap kerawanan pangan.

“Namun dengan hadirnya Bendungan Napun Gete, kiaranya dapat memberikan harapan bahwa bendungan ini mempunyai fungsi untuk memperkuat ketahanan pangan melalui penyediaan irigasi, mereduksi banjir, menyediakan air baku, serta sebagai sumber air untuk pembangkit listrik dengan begitu masyarakat Kabupeten Sikka pada umumnya berharap dengan jalanya operasional bendungan ini nanti dapat mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19 khususnya di bidang pertanian,” tandasnya Ketua Umum HMI Komisariat Ibnu Sina Sikka, Hudzaifah Abdurahman.

HMI Sikka mengingatkan ada beberapa hal penting yang menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah terkhususnya di bidang pertanian.

Banyak lahan pertanian kita yang belum dimanfaatkan dan dikelola lebih lanjut untuk meningkatkan produktifitas.

Pertanian kabupaten sikka harus mempunyai inovasi dan terobasan untuk peningkatan produktifitas pertanian di daerah Kabupaten Sikka dengan kakayaan kesediaan komoditi kita seharusnya pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian harus mampu menterjemahkan Visi dan Misi Kepala Daeerah yang tertuang dalam Dokumen RPJMD Kabupaten, sehingga adanya korelasi antara gagasan besar kepala daerah dan implementasinya.

Selain itu perlu dingatkan bahwa peningkatan produksi pertanian perlu adanya perhatian khusus terhadap kualitas bibit (Benih). Selain kesedian air, pupuk dan alat pertanian.

HMI Sikka, mengharapkan respon positif dari Presiden Joko Widodo serta pemerintah daerah dalam menanggapi persoalan-persoalan yang ada di sektor pertanian.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya