oleh

Gubernur Akui Sejumlah Kabupaten di Flores Sudah Turunkan Angka Kemiskinan

MAUMERE, MN- Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, akui jika hingga saat ini sejumlah kabupaten di NTT khususnya di Flores, sudah berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan dari program dan kebijakan yang dilaksanakan oleh Bupati dan Wakil Bupati di wilayah itu.

Hal itu disampaikan Gubernur Laiskodat dalam acara tatap muka bersama pimpinan Organisasi perangkat daerah kabupaten Sikka, para Camat,  para Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Sikka,  yang berlangsung di pantai Waiara,  Sea World,  Senin, (27/7/2020).

Dikatakan, apa yang dikerjakan oleh Bupati Sikka dengan mendesain anggaran itu benar sekali, karena sebagai pemimpin harus mampu mendeteksi setiap masalah saat ini dan masa yang akan datang, serta bagaimana mempersiapkannya dengan keterbetasan anggaran daerah yang dimiliki.

“Terus terang bahwa NTT ini termiskin ketiga di Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar kelima. Jumlah ini sangatlah banyak. Olehnya, harus ada perhitungan strategi-strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Rakyat, tidak boleh lapar, segala kebutuhannya, pendidikan, kesehatannya dan kesejahteraan keluarganya terpenuhi. Jika itu yang dilakukan, maka bukti bahwa Bupati sudah bekerja dengan baik,” tegasnya.

Orang Nomor Satu di NTT ini pun kembali mengingatkan kepada seluruh perangkat kerja yang ada di Pemkab Sikka, untuk merancang setiap kebijakan berdasarkan pada data base yang benar dan tepat.

“Kita sudah merasakan selama ini, bahwa masyarakat NTT itu miskin dan bodoh. Tetapi stigma buruk itu, harus kita hilangkan dengan bagaimana merencanakan kebijakan yang mengarah kepada peningkatan kesejahteraan keluarga, melalui pendidikan dan kesehatan. Kembali lagi kepada kebijakan Bupati,” ingatnya.

Dia pun sangat berharap agar sektor kesehatan pun dapat menjadi perhatian serius oleh pemerintah kabupaten, yang merupakan bagian integral dan tak terpisahkan dari sebuah proses pembangunan. Karena pendidikan, kesehatan dan ekonomi, merupakan satu mata rantai kehidupan sosial yang saling menunjang dan mendukung, guna peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTT.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya