oleh

F-PAN Minta Pemkab Sikka Jangan Asal-asalan Tetapkan Belanja Pegawai

-POLITIK-896 views

MAUMERE, MN- Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional) dalam pandangan umumnya saat Rapat Paripurna VI Masa Sidang III tahun 2019 tentang pemandangan umum fraksi-fraksi di DPRD, mengungkapkan kekecewaan mereka atas penetapan belanja pegawai.

Pasalnya, kisaran belanja pegawai yang ditetapkan setiap tahun anggaran tidak dapat dibayarkan, sehingga menimbulkan adanya sisa lebih perhitungan anggaran yang tahun 2018 lalu mencapai Rp. 31 miliar jumlahnya.

Ketegasan Fraksi Partai Amanat Nasional itu disampaikan melalui juru bicaranya, Charles Betrandi di depan paripurna, Selasa (23/7/2019).

“Pemerintah Kabupaten Sikka dari tahun ke tahun, tidak tepat menghitung kisaran belanja pegawai pada tahun 2017 dan 2018, sehingga menimbulkan SiLPA sebesar 31 miliar. Dan dari dasar itu, kami juga memprediksi bahwa tahun 2019 mendatang pun akan sama,” tegasnya.

Karena adanya tidak teliti dalam memproyeksi anggaran itu, sehingga menyebabkan belanja modal harus ditunda penganggaranya.

“Ini juga karena, adanya argumentasi dari tim anggaran pemerintah daerah, bahwa anggaran tersebut sudah sangat riskan dan akan berdampak pada tidak terbayarnya gaji pegawai pada bulan November dan Desember,” ujarnya lagi.

Untuk itu, Fraksi PAN berpendapat agar ke depannya, tim anggaran pemerintah daerah perlu menghitung rekap gaji secara benar dan tepat, dengan tetap mempertimbangkan force major sebesar 2,5 persen.

Terkait dengan piutang Pemkab Sikka selama 2 tahun sebesar Rp. 72 miliar jumlahnya, Fraksi PAN juga menyayangkan adanya kenaikan jumlah piutang dalama dua tahun berjalan yakni 2017 sebesar Rp. 32 miliar dan 2018 sebesar Rp. 40 miliar.

“Ini naiknya sangat significant. Untuk itu, kami berharap Pemkab Sikka bisa segera melakukan langkah bijak dalam menangani persoalan ini,” tegasnya lagi.

Dalam pandangannya, Fraksi PAN juga meminta kepada Pemkab Sikka untuk segera melakukan pemotongan dari sisa pembayaran pembangunan di Daerah Sikka, diantaranya pembangunan Kantor Bupati Sikka tahap II sebesar Rp. 500 Juta, pembangunan lift RSUD TC. Hillers sebesar Rp. 41 Juta, pembangunan perluasan jaringan Itaka Talibura sebesar Rp. 14 Juta, pembangunan Puskesmas Wolomarang sebesar Rp. 9 Juta dan pengerjaan ruas jalan Kewapante Simpang Habi Bola sebesar Rp. 121 Juta.(TRV-R2)

 

Bagikan

Berita Lainnya