oleh

Disnakertrans Sikka Mencatat, Dampak Covid 19; Sebanyak 147 Pekerja Dirumahkan

MAUMERE, MN- Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Sikka, Germanus Goleng, dalam keterangannya mengaku, sejak pandemi covid 19 melanda wilayah ini, tercatat sudah sebanyak 147 tenaga kerja yang bekerja di Kabupaten Sikka, akhirnya harus dirumahkan.

“Mereka ini adalah para pekerja yang umumnya berasal dari sektor perhotelan. Karena semuanya terkena dampak dari pandemi covid 19 ini,” ujar Germanus saat ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Senin (27/4/2020)

Dia juga mengaku, dari hasil laporan yang mereka dapatkan, ratusan pekerja yang terimbas dari dampak pandemi covid 19 ini, masih menunggu kondisi kembali normal, sehingga belum ada tindaklanjut dari perusahan mereka.

“Namun kami juga belum mengetahui secara pasti, apakah dengan beristirahat di rumah ini, masih tetap dibayar gajinya oleh perusahan atau bagaimana kebijakannya, kita masih terus melakukan koordinasi,” sambungnya.

Terkait dengan ratusan tenaga kerja yang dirumahkan, lanjut dia, pemerintah mengambil langkah yakni dengan mengarahkan para pekerja yang dirumahkan agar mengakes kartu pra kerja yang sudah dibuka sejak 11 April 2020 lalu.

“Kami siap memfasilitasinya, jika memang dibutuhkan. Nanti mereka datang ke sini dan kita bantu membuka akses onlinenya,” tambahnya.

Disinggung soal berapa banyakkah kartu pra kerja yang telah mengakses online di Kabupaten Sikka, kata dia, jumlah tersebut tentunya belum bisa dijawab saat ini, karena semua data masuk ke Kementerian dan langsung berhubungan dengan nomor kontak para pra kerja.

“Hingga hari ini sudah memasuki gelombang ketiga, namun kami belum memperoleh data valid, bagi mereka yang sudah berhasil mendapatkan kartu pra kerja,” katanya.

Dalam keterangannya, dia pun menyampaikan apresiasi yang besar bagi para tenaga kerja yang saat ini masih terus melaksanakan tugas di tengah pendemi covid 19, terutama mereka yang bekerja di sektor jasa.

“Sektor jasa seperti mereka yang selama ini bekerja di pelayanan umum seperti di pertokoan dan perusahaan lainnya yang berhubungan dengan pelayanan publik. Namun saya ingatkan, agar tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada, tetap gunakan masker, cuci tangan dan selalu menjaga kesehatan diri dan kesehatan lingkungan,” pungkasnya.(TAM-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya