oleh

Diduga Bom Ikan, Enam Nelayan Alor Ditangkap di Perairan Sagu

LARANTUKA, MN– Gabungan tim Pos Mobile Polairud Larantuka dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Flores Timur berhasil menangkap enam (6) orang nelayan pelaku pengeboman ikan asal Pulau Buaya, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor di perairan Sagu, Jumat (19/2).

Para pelaku dan barang bukti pun langsung digelandang ke Pos Mobile Polairud Larantuka untuk menjalani proses hukum.

Ketua Tim Penangkapan, Bripka Muhamad Bin Hibu kepada wartawan di sela-sela pengamanan para pelaku dan barang bukti di TPI Amagarapati, menguraikan, pihaknya setelah mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya aktivitas pengeboman tersebut pada Kamis (18/2), langsung bergerak menuju perairan Sagu.

“Kami melakukan pengintaian di sepanjang titik sebagaimana yang dilaporkan warga itu. Di sana, kami akhirnya menemukan kapal tersebut. Setelah memastikan jenis kapal dan jumlah nelayan yang ada dalamnya sama seperti yang dilaporkan warga, kami lalu mendekati sasaran. Di dalam kapal itu, kami menemukan alat bukti berupa sebuah bahan peledak siap pakai dan beberapa ekor ikan. Menurut keterangan yang terhimpun dari beberapa ABK  kapal tersebut, sebagian besar ikan (200-san ekor) telah mereka jual di Sagu,” tutur Bripka Muhamad Bin Hibu.

Berbeda dengan Komandan Kapal KP XXII-2014 tersebut, Sabar sang nahkoda kapal itu mengaku kalau pihaknya tidak pernah melakukan pengeboman ikan.

Dikonfirmasi terkait penemuan bahan peledak siap pakai tersebut pun dirinya mengaku tidak mengetahuinya.

Sedangkan terkait sejumlah ikan yang yang ditemukan  dalam kapal tersebut, dirinya serta merta berujar  itu kepunyaan orang. Dikejar soal siapa pemilik ikan-ikan tersebut, Sabar pun terus berkilah, tidak mengetahuinya !

“Kami baru tiba semalam di Sagu. Kami datang untuk pesta di sana. Kami tidak bom, kami justru kaget kalau di dalam kapal kami ini ada bom. Kami tidak kenal itu punya siapa. Dan ketika kami ditangkap semua kami menangis,karena kami tidak bom !” ujar Sabar dengan terus menerus membantah disebut telah melakukan pengeboman serta mengaku tidak mengetahui asal muasal bahan peledak yang ditemukan petugas tersebut.(GOE-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya