oleh

Didesak DPRD, Bupati Sikka Tutup Pasar Pagi Terbatas

-SOSBUD-1.051 views

MAUMERE, MN – Pasca penutupan pasar pagi terbatas pada Senin, (01/07/19), sejumlah pedagang mendatangi Kantor Bupati Sikka guna meminta Bupati Sikka membuka kembali aktifitas pasar pagi terbatas di TPI Alok, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka pada Selasa, (02/07/19) pagi.

Kedatangan para pedagang yang menggunakan tiga mobil pick up dan beberapa kendaraan roda dua tersebut diterima langsung oleh Bupati di Halaman Kantor Bupati Sikka, Jalan Ahmad Yani, Maumere.

Para pedagang meminta Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo untuk mengaktifkan kembali pasar pagi tersebut karena menurut mereka, Bupati Sikka telah menjanjikan untuk membuka TPI untuk aktifitas pagi sampai pukul 09.00 WITA.

“Itu Bupati yang dijanjikan saat kampanye dan beliau resmikan sendiri. Sekarang dia yang tutup. Jangan permainkan kami rakyat kecil yang hanya cari uang untuk makan,” kata salah satu pedagang saat di temui halaman Kantor Bupati Sikka.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo saat menemui para pedagang mengatakan, dia mempunyai niat untuk aktifitas pasar pagi terbatas tetap berjalan. Namun dalam perjalanan, orang nomor satu di Kabupaten Sikka tersebut mengaku mendapat tekanan dari DPRD Sikka dan Komunitas Pasar.

“Saya sudah punya analisa yang cukup mendalam dan saya punya mau itu pasar pagi terbatas tetap berjualan dengan waktu yang terbatas. Namun dalam perjalanan saya mendapat tekanan dari berbagai pihak antar lain dari DPRD Sikka dan dari Komunitas Pasar,” ungkap Robi Idong.

Lebih lanjut, Robi Idong, meminta para pedagang untuk bertemu  DPRD Sikka untuk menyampaikan aspirasi mereka.

“Saya memahami keluhan para pedagang apalagi ini menyangkut kepentingan ekonomi, jadi saya minta tolong supaya bantu Bupati untuk ketemu rekan-rekan DPRD Sikka untuk menyampaikan aspirasi ini,” tutur Robi.

“Apabila DPRD Sikka setuju, besok kita buka dengan ketentuan yang akan kita atur agar lebih fair. Artinya tidak merugikan masing-masing pihak. Mungkin waktunya kita toleransi sampai jam 08.00. Pemerintahan ini bukan Bupati sendiri, tapi ada DPRD juga. Jadi saya sarankan untuk ketemu pimpinan DPRD Sikka,” tutup Robi Idong. (ACQ-R2)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya